Prinsip Akuntansi

Standar Akuntansi Umum

PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 1998)
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 berisi tentang penyajian laporan keuangan, pedoman untuk struktur dan syarat minimum dalam penyajian laporan keuangan. Tujuan pernyataan dalam PSAK No. 1 adalah menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut “Laporan Keuangan” agar dapat dibandingkan, baik dengan laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain. Pengakuan, pengukuran,serta pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi terkait.
Komponen laporan keuangan yaitu, neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dalam laporan keuangan harus dicantumkan nama perusahan, cakupan laporan keuangan, tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mata uang pelaporan, satuan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.
Penyajian laporan keuangan mensyaratkan pertimbangan dan estimasi pada setiap transaksi. Penjelasan mengenai penggunaan kebijakan akuntansi dan dasar estimasi yang digunakan dalam laporan keuangan disyaratkan dalam pembuatan laporan keuangan.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 2 Laporan Arus Kas (Reformat 2007)
Laporan arus kas disyaratkan sebagai bagian dari kelengkapan dalam laporan keuangan. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.
Jika digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan lain, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam aset bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan memengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flows) dari berbagai perusahaan. Informasi tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Reformat 2007)
Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan di antara dua
laporan keuangan tahunan.
Laporan keuangan interim:
(a) Harus dipandang sebagai bagian yang integral dari periode tahunan.
(b) Dapat disusun secara bulanan, triwulanan, atau periode lain yang kurang dari setahun dan mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan.

Unsur yang sama antara pelaporan keuangan interim dengan pelaporan
keuangan tahunan adalah:
(a) dasar pengakuan pendapatan;
(b) kebijakan akuntansi dasar pelaporan pada periode interim, kecuali jika ada perubahan dalam standar akuntansi;
(c) penyajian penggolongan aset sebagai lancar dan tidak lancar, serta kewajiban sebagai jangka pendek dan jangka panjang
Laporan keuangan interim meliputi neraca, laporan laba rugi dan saldo laba interim, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan interim harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perhitungan laba rugi interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim terakhir yang dilaporkan (year-to-date).
Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan laporan keuangan interim yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.

PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasi (Reformat 2007)
PSAK 4 mengatur penyajian laporan keuangan konsolidasi suatu kelompok perusahaan yang berada di bawah pengendalian suatu induk perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan yang meliputi posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas dari suatu kelompok perusahaan, yang secara ekonomis dianggap merupakan satu kesatuan usaha.
Pernyataan ini diberlakukan untuk semua induk perusahaan sepanjang belum ada pengaturan khusus dalam Pernyataan tersendiri mengenai penyusunan laporan keuangan konsolidasi.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasi yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 5 Pelaporan Segmen (Revisi 2000)
Tujuan Pernyataan dalam PSAK 5 ini ialah untuk menetapkan prinsip-prinsip pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen yaitu informasi tentang berbagai jenis produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai wilayah geografis operasi perusahaan—dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam:
(a) memahami kinerja masa lalu perusahaan secara lebih baik;
(b) menilai risiko dan imbalan perusahaan secara lebih baik; dan
(c) menilai perusahaan secara keseluruhan secara lebih memadai.
Pernyataan ini harus diterapkan oleh emiten atau perusahaan publik dan oleh perusahaan yang sedang dalam proses menerbitkan efek ekuitas atau efek utang di pasar modal.
PSAK 5 ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2002. Penerapan lebih dini dianjurkan. Jika perusahaan melakukan penerapan lebih dini, maka perusahaan harus menyebutkan hal tersebut. Jika dalam laporan keuangan disajikan informasi komparatif untuk periode sebelum tanggal efektif atau karena penerapan lebih dini Pernyataan ini, maka data segmen harus disajikan kembali sesuai dengan ketentuan dalam Pernyataan ini, kecuali hal tersebut tidak praktis. Apabila tidak praktis, maka perusahaan harus mengungkapkan fakta tersebut.

PSAK 7 Hubungan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (Reformat 2007)
Pernyataan dalam PSAK ini berhubungan dengan pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan transaksi antara perusahaan pelapor dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihak-pihak yang dianggap mempunyai hubungan istimewa bila satu pihak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah salah satu hal yang normal dalam dunia bisnis dan perdagangan. Hubungan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa akan mempengaruhi laporan laba rugi dan posisi keuangan entitas. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dapat melakukan transaksi yang tidak akan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Posisi keuangan dan hasil usaha dari suatu perusahaan dapat terpengaruh oleh hubungan istimewa dengan suatu pihak walaupun tidak terjadi sesuatu transaksi dengan pihak tersebut.
PSAK 7 ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.

PSAK 8 Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Revisi 2003)
Tujuan dari Pernyataan ini adalah untuk menentukan:
(a) kondisi suatu perusahaan harus menyesuaikan laporan keuangannya untuk peristiwa setelah tanggal neraca; dan
(b) pengungkapan yang harus dibuat oleh suatu perusahaan tentang tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tentang peristiwa setelah tanggal neraca.

Pernyataan ini juga menentukan bahwa suatu perusahaan tidak boleh menyusun laporan keuangannya atas dasar kelangsungan usaha bila peristiwa setelah tanggal neraca mengindikasikan bahwa penerapan asumsi kelangsungan usaha tidak tepat.
Peristiwa setelah tanggal neraca adalah peristiwa, baik yang menguntungkan (favourable) atau tidak menguntungkan (unfavourable), yang terjadi di antara
tanggal neraca dan tanggal penyelesaian laporan keuangan. Dua jenis peristiwa
dapat diidentifikasikan:
(a) peristiwa yang memberikan bukti atas adanya suatu kondisi pada tanggal neraca
(peristiwa setelah tanggal neraca yang mengakibatkan laporan keuangan harus
disesuaikan); dan
(b) peristiwa yang mengindikasikan timbulnya suatu kondisi setelah tanggal neraca
(peristiwa setelah tanggal neraca yang tidak mengakibatkan laporan keuangan disesuaikan).
Perusahaan menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
untuk mencerminkan peristiwa setelah tanggal neraca yang memerlukan
penyesuaian.

PSAK 9 Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek
Diterbitkan: September 1994
Disetujui Komite SAK: 24 Agustus 1994
Disahkan Pengurus Pusat IAI: 7 September 1994
Berlaku Efektif: 1 Januari 1995
Telah Diganti oleh PSAK No. 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 1999.
PSAK 10 Transaksi dalam Mata Uang Asing (Reformat 2007)
Pernyataan dalam PSAk No. 10 ini mengatur akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing yang meliputi penentuan kurs yang digunakan dan pengakuan pengaruh keuangan dari perubahan kurs valuta asing dalam laporan keuangan.
Suatu perusahaan dapat melakukan aktivitas yang menyangkut valuta asing (foreign activities) dalam dua cara; melakukan transaksi dalam mata uang asing atau memiliki kegiatan usaha luar negeri (foreign operations). Untuk memasukkan transaksi dalam valuta asing pada laporan keuangan suatu perusahaan, transaksi harus dinyatakan dalam mata uang pelaporan perusahaan.
Transaksi dalam mata uang asing adalah transaksi yang didenominasi atau membutuhkan penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi yang timbul ketika suatu perusahaan:
(a) membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasi dalam suatu mata uang asing;
(b) meminjam (utang) atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing;
(c) menjadi pihak untuk suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana; atau
(d) memperoleh atau melepaskan aset, dan menimbulkan atau melunasi kewajiban, yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.
Selisih kurs timbul apabila terdapat perubahan kurs antara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian (settlement date) pos moneter yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing. Bila timbulnya dan penyelesaian suatu transaksi berada dalam periode akuntansi yang sama, maka seluruh selisih kurs diakui dalam periode tersebut. Namun jika timbulnya dan diselesaikannya suatu transaksi berada dalam beberapa periode akuntansi, maka selisih kurs harus diakui untuk setiap periode akuntansi dengan memperhitungkan perubahan kurs untuk masing-masing periode.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 11 Penjabaran Laporan keuangan Dalam Mata Uang Asing (Reformat 2007)
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 11 mengatur akuntansi untuk penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing yang meliputi penentuan kurs yang digunakan dan pengakuan pengaruh keuangan dari perubahan kurs valuta asing dalam laporan keuangan.
PSAK No.11 ini harus diterapkan dalam penjabaran laporan keuangan dari kegiatan usaha luar negeri untuk tujuan konsolidasi, atau konsolidasi parsial atau melalui penerapan dengan metode ekuitas.
Perusahaan harus mengungkapkan selisih kurs bersih yang diklasifikasikan dalam kelompok ekuitas sebagai suatu unsur yang terpisah, dan rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.
Jika mata uang pelaporan berbeda dengan mata uang negara tempat perusahaan berdomisili, alasan untuk menggunakan mata uang yang berbeda harus diungkapkan. Alasan untuk setiap perubahan dalam mata uang pelaporan juga harus diungkapkan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 12 Pelaporan keuangan mengenai Bagian Partisipasi Dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset
Pernyataan ini bertujuan mengatur akuntansi untuk bagian partisipasi (interest) pada
joint venture, dan pelaporan aset, kewajiban, pendapatan, dan beban dalam laporan
keuangan para venturer dan investor. Namun, dalam PSAK No.12 ini tidak mengatur perlakuan akuntansi atas bagian partisipasi (interest) pada pengendalian bersama entitas hukum (jointly controlled entities).
Pernyataan ini mengatur:
(a) Perlakuan akuntansi atas bagian partisipasi (interest) pada pengendalian bersama operasi (PBO) dan pelaporan pendapatan bersama.
(b) Perlakuan akuntansi atas bagian partisipasi (interest) pada pengendalian bersama aset (PBA) dan pelaporan aset, kewajiban, beban, dan pendapatan bersama.
Joint venture adalah perjanjian kontraktual antara dua atau lebih pihak untuk
melaksanakan kegiatan ekonomi yang dikendalikan bersama
Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup
periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan
lebih dini dianjurkan.

PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2007)
Pernyataan SAK No 13 ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk properti investasi dan pengungkapan yang terkait.
Pernyataan ini diterapkan dalam pengakuan, pengukuran dan pengungkapan properti investasi.
Properti investasi (investment property) adalah properti (tanah atau bangunan atau
bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau
lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk
kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk:
(a) digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan
administratif; atau
(b) dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Dalam Psak 13 ini properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika:
(a) besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan dari aset yang tergolong
properti investasi akan mengalir ke dalam entitas; dan
(b) biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Biaya
transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Pengungkapan pada laporan keuangan yang dibuat entitas ada dua model dengan perlakuan akuntansi pengungkapan yang berbeda pula. Model Nilai wajar dan Model Biaya.Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008.
Pernyataan ini menggantikan PSAK No. 13 (Revisi 1994) tentang Akuntansi untuk Investasi.

PSAK 14 Persediaan (Reformat 2007)
Tujuan Pernyataan ini adalah merumuskan perlakuan akuntansi untuk persediaan menurut sistem biaya historis. Permasalahan pokok dalam akuntansi persediaan adalah jumlah biaya yang harus diakui sebagai aset dan konversi selanjutnya sampai pendapatan yang
bersangkutan diakui. Pernyataan ini menyediakan pedoman praktis dalam penentuan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunannya menjadi nilai realisasi bersih (net realizable value). Pernyataan ini juga menyediakan pedoman rumus biaya yang digunakan untuk membebankan biaya pada persediaan.
Persediaan adalah aset:
(a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal;
(b) dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau
(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.
Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).
Laporan keuangan harus mengungkapkan salah satu informasi berikut ini:
(a) biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode tertentu; atau
(b) biaya operasi, yang dapat diterapkan pada pendapatan, diakui sebagai beban
selama periode laporan keuangan, diklasifikasikan sesuai dengan hakikatnya.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 15 Akuntansi Untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi (Reformat 2007)
Pernyataan ini mengatur perlakuan akuntansi untuk investor yang melakukan investasi dalam perusahaan asosiasi (associates). Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan yang investornya mempunyai pengaruh yang signifikan dan bukan merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya.Metode akuntansi yang dapat digunakan untuk investasi dalam perusahaan asosiasi ada dua yaitu metode ekuitas dan metode biaya.
Investasi dalam perusahaan asosiasi harus dipertanggung jawabkan dalam laporan keuangan konsolidasi menurut metode ekuitas, apabila investor mempunyai pengaruh signifikan dan menurut metode biaya, apabila investor tidak mempunyai pengaruh signifikan.
Investasi dalam perusahaan asosiasi yang dipertanggung jawabkan dengan metode ekuitas, harus diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang dan diungkapkan sebagai pos terpisah dalam neraca. Bagian investor atas pos luar biasa atau pos masa lalu (prior period items) yang berasal dari investee harus diungkapkan secara terpisah.
Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2007)
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi aset tetap, agar aset tetap, dan perubahan dalam investasi tersebut. pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas di Isu utama dalam akuntansi aset tetap adalah pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan penyusutan, dan rugi penurunan nilai atas aset tetap.
Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi aset tetap kecuali Pernyataan lain menetapkan atau mengizinkan perlakuan akuntansi yang berbeda. Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika:
(a) besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
(b) biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan jumlah tercatat dari aset tersebut. Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008.

Pernyataan ini menggantikan PSAK No. 16 (1994) tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994) tentang Akuntansi Penyusutan.

PSAK 17 Akunatansi Penyusutan
Diterbitkan: September 1994
Disetujui Komite SAK: 24 Agustus 1994
Disahkan Pengurus Pusat IAI: 7 September 1994
Berlaku Efektif: 1 Januari 1995
Telah Diganti oleh PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset TetapPSAK 18 Akuntansi Dana Pensiun
19-09-2008 14:44

Dana Pensiun merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari
Pemberi Kerja, yang berfungsi untuk mengelola dan menjalankan program pensiun sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dana Pensiun mempunyai tujuan dan kegiatan usaha yang berlainan dengan perusahaan pada umumnya, maka perlu disusun Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku khusus untuk Dana Pensiun sebagai pedoman proses akuntansi serta proses penyusunan laporan keuangan. Kekhususan Standar Akuntansi Keuangan Dana Pensiun terutama mengenai isi laporan keuangan, penilaian aset dan penentuan kewajiban manfaat pensiun.
Program Pensiun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP).

Dana Pensiun dapat berupa Dana Pensiun Pemberi Kerja atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Dana Pensiun Pemberi Kerja dapat menyelenggarakan PPIP atau PPMP, sedangkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat menyelenggarakan PPIP.

Pembentukan dan pengelolaan Dana Pensiun harus didasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku.

Laporan keuangan Dana Pensiun, baik yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) maupun Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), Mencakup: laporan aset bersih;laporan perubahan aset bersih;neraca;perhitungan hasil usaha; laporan arus kas;catatan atas laporan keuangan.

Jika penerapan Pernyataan ini mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi, perubahan tersebut dilaporkan secara prospektif.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan Dana Pensiun yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2000)
PSAK 19 menjelaskan bagaimana menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tidak berwujud yang tidak diatur secara khusus pada PSAK lainnya. Pernyataan ini mewajibkan perusahaan untuk mengakui aset tidak berwujud jika, dan hanya jika,
kriteria-kriteria tertentu dipenuhi. Pernyataan ini juga mengatur cara mengukur nilai tercatat dari aset tidak berwujud dan menentukan pengungkapan yang harus dilakukan bagi aset tidak berwujud.

Ruang Lingkup berisi pengecualian terhadap penerapan PSAK 19 akuntansi aset tidak berwujud.

Aset tidak berwujud adalah aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau
menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan
administratif.

PSAK ini mengatur pemgakuan dan pengukuran awal aset tidak berwujud, pengakuan beban, pengeluaran setelah perolehan, pengukuran setelah pengakuan awal, penghentian dan pelepasan aset tidak berwujud. Selain itu PSAK 19 mengatur pengungkapan-pengungkapan penyajian laporan keuangan aset tidak berwujud.

Pada tanggal Pernyataan ini mulai berlaku efektif (atau pada tanggal perusahaan mulai menerapkan Pernyataan ini, jika lebih awal), Pernyataan ini harus diterapkan sesuai dengan penjelasan dalam tabel Ketentuan Transisi – Pengakuan.

Dalam hal selain yang diperinci dalam tabel tersebut, Pernyataan ini harus diterapkan secara retrospektif, kecuali hal tersebut tidak praktis dilakukan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2001. Penerapan lebih dini dianjurkan.

Pernyataan ini menggantikan: PSAK No. 6 tentang Akuntansi dan Pelaporan bagi Perusahaan dalam Tahap Pengembangan, pada paragraf yang mengatur pengakuan biaya pada perusahaan dalam tahap pengembangan (perintisan usaha); PSAK No. 17 tentang Akuntansi Penyusutan, pada bagian yang mengatur amortisasi (penyusutan) aset tidak berwujud; dan PSAK No. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan.
PSAK 20 Biaya Riset dan Pengembangan
08-10-2008 09:17
PSAK 21 Akuntansi Ekuitas
08-10-2008 10:27

Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aset
dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut.

Ruang lingkup ekuitas yang diatur di sini adalah untuk:
(a) Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D);
(b) perusahaan swasta; dan
(c) koperasi sesuai Undang-undang Republik Indonesia.

PSAK 21 juga mengatur akuntansi ekuitas untuk badan usaha yang berbentuk PT dan badan usaha yang berbentuk bukan PT.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 22 Akuntansi Penggabungan Usaha (Reformat 2007)
08-10-2008 10:31

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 22 bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk penggabungan usaha (business combination). Pernyataan ini mengatur akuisisi (acquisition) suatu perusahaan oleh perusahaan lainnya dan juga penyatuan kepemilikan (uniting/pooling of interest) apabila pengakuisisi tidak dapat diidentifikasi. Akuntansi untuk akuisisi mencakup penentuan biaya perolehan (cost of acquisition), alokasi biaya perolehan (cost) pada aset dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi, dan akuntansi untuk goodwill yang timbul pada saat dan setelah akuisisi. Masalah akuntansi lain sehubungan dengan penggabungan usaha adalah penentuan jumlah kepemilikan minoritas, akuntansi untuk serangkaian akuisisi selama suatu periode, perubahan yang terjadi atas biaya perolehan, identifikasi terhadap aset dan kewajiban, dan pengungkapan yang diperlukan.

Penggabungan usaha (business combination) adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aset dan operasi perusahaan lain.

Pada PSAK ini juga dibahas tentang sifat penggabungan usaha, akuisisi, penyatuan kepemilikkan dalam suatu perusahaan.

PSAK 22 mengatur penerapan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari perusahaan yang bergabung untuk periode terjadinya penggabungan tersebut dan periode perbandingan yang diungkapkan harus dimasukkan dalam laporan keuangan gabungan, seolah-olah perusahaan tersebut telah bergabung sejak permulaan periode yang disajikan tersebut. Laporan keuangan suatu perusahaan tidak boleh memasukkan adanya penyatuan kepemilikan walaupun perusahaan tersebut adalah salah satu pihak yang bergabung, apabila penyatuan kepemilikan terjadi pada suatu tanggal setelah tanggal neraca terakhir yang isajikan.

Untuk semua penggabungan usaha, pengungkapan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya penggabungan usaha: nama dan penjelasan tentang perusahaan yang bergabung; metode akuntansi yang digunakan untuk penggabungan usaha tersebut; tanggal efektif penggabungan usaha untuk tujuan akuntansi; operasi atau kegiatan usaha yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat penggabungan usaha tersebut.

Penerapan pernyataan ini secara retrospektif dianjurkan tetapi tidak diwajibkan. Jika pernyataan ini diterapkan secara retrospektif, saldo goodwill sebelum akuisisi dilaksanakan (jika ada) harus ditentukan dengan layak dan diperlakukan sesuai dengan Pernyataan ini. Periode amortisasi goodwill harus lebih pendek dari sisa masa manfaatnya seperti digambarkan pada kebijakan amortisasi dan periode amortisasi yang digambarkan pada Pernyataan ini.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 23 Pendapatan (Reformat 2007)
08-10-2008 10:36

Permasalahan utama dalam akuntansi untuk pendapatan adalah menentukan saat
pengakuan pendapatan. Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dan manfaat ini dapat diukur dengan andal.

Pernyataan ini mengidentifikasikan keadaan yang memenuhi kriteria tersebut agar pendapatan dapat diakui. Pernyataan ini juga memberikan pedoman praktis dalam
penerapan kriteria tersebut.

Ruang lingkup dalam PSAK 23 adalah pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi berikut ini: penjualan barang; penjualan jasa; dan penggunaan aset perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen.

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

PSAK 23 juga membahas tentang pengukuran pendapatan, pengidentifikasian transaksi, penjualan barang, penjualan jasa, bunga, royalti dan deviden yang berkaitan dengan pendapatan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2004)
08-10-2008 10:57

Pernyataan ini bertujuan mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. Pernyataan ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui:
(a) kewajiban jika pekerja telah memberikan jasanya dan berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayarkan di masa depan; dan
(b) beban jika perusahaan menikmati manfaat ekonomis yang dihasilkan dari jasa yang diberikan oleh pekerja yang berhak memperoleh imbalan kerja.

Namun PSAK 24 ini tidak mencakup pelaporan oleh Dana Pensiun. Imbalan kerja (employee benefits) adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan perusahaan atas jasa yang diberikan oleh pekerja.

PSAK 24 juga mengatur tentang imbalan kerja jangka pendek, imbalan pascakerja: perbedaan antara program imbalan pasti dan program, imbalan pascakerja: program iuran pasti, imbalan pascakerja: program manfaat pasti, imbalan kerja jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan kontrak kerja, imbalan berbasis ekuitas.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah 1 Juli 2004. Penerapan lebih dini dianjurkan.

Pernyataan ini menggantikan PSAK No. 24 tentang Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun yang disahkan pada tahun 1994.
PSAK 25 Laba Atau Rugi Bersih Untuk Periode Berjalan,Kesalahan Mendasar,dan Perubahan Kebijakan Akuntansi (Reformat 2007)
08-10-2008 11:03

Laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Informasi tentang kinerja suatu perusahaan, terutama tentang profitabilitas, dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan di masa depan. Informasi tersebut juga sering kali digunakan untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aset yang disamakan dengan kas di masa depan. Informasi tentang kemungkinan perubahan kinerja juga penting dalam hal ini.

Tujuan dari PSAK 25 ini adalah untuk menjelaskan penggolongan, pengungkapan, dan perlakuan akuntansi atas unsur tertentu dalam laporan laba rugi sehingga semua perusahaan menyusun dan menyajikan laporan laba rugi berlandaskan pada suatu basis yang konsisten. Hal tersebut akan meningkatkan daya banding laporan keuangan antarperiode suatu perusahaan dan laporan keuangan antarperusahaan. Sehubungan dengan itu, Pernyataan ini menetapkan standar tentang penggolongan dan pengungkapan pos luar biasa (extraordinary items), pengungkapan tentang unsur-unsur tertentu sehubungandengan laba rugi aktivitas normal, perubahan estimasi akuntansi (accounting estimates), kebijakan akuntansi (accounting policies), dan perlakuan akuntansi atas kesalahan yang mendasar (fundamental errors).

Ruang lingkup dalam Pernyataan ini yaitu harus diterapkan oleh semua perusahaan dalam menyajikan laba atau rugi dari aktivitas normal dan pos luar biasa dalam laporan laba rugi, dan dalam pertanggungjawaban perubahan estimasi akuntansi, perubahan kebijakan akuntansi, dan kesalahan mendasar.

PSAK 25 ini juga membahas tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Pos Luar Biasa, Laba atau Rugi dari Aktivitas Normal, Operasi yang Tidak Dilanjutkan, Perubahan Estimasi Akuntansi, Kesalahan Mendasar, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Penerapan suatu Standar Akuntansi Keuangan, Perubahan Kebijakan Akuntansi yang Lain.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 1997) (Reformat 2007)
08-10-2008 11:08

Tujuan Pernyataan ini adalah untuk menentukan perlakuan akuntansi atas biaya pinjaman. Secara umum Pernyataan ini mengharuskan pembebanan segera biaya pinjaman pada saat terjadinya. Akan tetapi untuk biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan, konstruksi, atau produksi dari suatu qualifying asset, Pernyataan ini mengharuskan kapitalisasi biaya pinjaman tersebut.

Pernyataan ini harus diterapkan untuk perlakuan akuntansi atas biaya pinjaman. Pernyataan ini tidak mengatur biaya ekuitas (cost of equity) baik aktual maupun
tersirat.

Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan, konstruksi atau produksi suatu Aset Tertentu harus dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan Aset Tertentu tersebut. Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi tersebut harus ditentukan sesuai dengan Pernyataan ini.

Kapitalisasi biaya pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan suatu aset dimulai ketika: pengeluaran untuk aset tersebut telah mulai dilakukan; biaya pinjaman sedang terjadi; aktivitas yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pembangunan atau
memproduksi aset tertentu sedang berlangsung.

Laporan keuangan harus mengungkapkan:Akuntansi untuk biaya pinjaman; Jumlah biaya pinjaman, yang dikapitalisasi untuk periode yang bersangkutan; dan Tingkat kapitalisasi yang dipergunakan.

Penerapan PSAK 26 ini harus dilakukan secara prospektif. Laporan keuangan untuk periode sebelum diberlakukannya Pernyataan ini tidak perlu dinyatakan kembali (restated).

PSAK ini diberlakukan untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1997. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 27 Akuntansi Perkoperasian (Revisi 1998) (Reformat 2007)
08-10-2008 11:28

Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional.

Prinsip-prinsip koperasi merupakan landasan pokok koperasi dalam menjalankan usahanya sebagai badan usaha dan gerakan ekonomi rakyat. Prinsip-prinsip tersebut terdiri atas: kemandirian, keanggotaan bersifat terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, pendidikan perkoperasian dan kerja sama antarkoperasi.

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi yang timbul dari hubungan transaksi antara koperasi dengan anggotanya dan transaksi lain yang spesifik pada koperasi. Pernyataan ini mencakup pengaturan mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

Ruang Lingkup Pernyataan ini mengatur akuntansi bagi badan usaha koperasi atas transaksi yang timbul dari hubungan koperasi bagi anggotanya, yaitu meliputi transaksi setoran anggota koperasi dan transaksi usaha koperasi dengan anggotanya; dan transaksi yang spesifik pada badan usaha koperasi, di antaranya cadangan, modal penyertaan, modal sumbangan, beban-beban perkoperasian; serta penyajian dan pengungkapannya dalam laporan keuangan.

Laporan keuangan koperasi meliputi neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota, dan catatan atas laporan keuangan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999. Penerapan lebih dini dianjurkan.

Dalam PSAk 27 ini juga terdapat ilustrasi penyajian laporan keuangan koperasi sesuai dengan pernyataan yang ada dalam PSAK 27 ini.
PSAK 28 (Revisi 1996) Akuntansi AsuransiI Kerugian
03-11-2008 09:07

Usaha asuransi kerugian memiliki karakteristik khusus yang membuat akuntansi industri atau transaksi asuransi menjadi relatif rumit. Pendapatan diketahui dan terjadi terlebih dahulu, sementara beban klaim yang merupakan beban utama, belum terjadi dan diliputi ketidakpastian baik mengenai kejadian maupun jumlahnya.
PSAK ini mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi yang berkaitan secara khusus dengan industri asuransi kerugian. Hal-hal yang bersifat umum atau hal-hal yang tidak diatur dalam pernyataan ini, diperlakukan dengan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Pernyataan dalam PSAK 28 ini dimaksudkan untuk digunakan dalam penyajian laporan keuangan usaha asuransi kerugian. Hal-hal yang tidak secara khusus diatur dalam Pernyataan ini wajib mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dalam hal transaksi utama perusahaan berhubungan dengan transaksi asuransi kerugian, maka wajib mengacu pada Pernyataan ini.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk digunakan dalam penyajian laporan keuangan usaha asuransi kerugian. Hal-hal yang tidak secara khusus diatur dalam Pernyataan ini wajib mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dalam hal transaksi utama perusahaan berhubungan dengan transaksi asuransi kerugian, maka wajib mengacu pada Pernyataan ini.

Usaha asuransi kerugian banyak dipengaruhi oleh ketentuan peraturan perundangan yang dapat berbeda dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan
keuangan yang disajikan berdasarkan pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundangan tersebut.

PSAK 28 juga mengatur tentang penyajian laporan keuangan untuk yang terdiri dari: Neraca, laporan Laba Rugi, Catatan Atas Laporan Keuangan, serta mengatur tentang Pendapatan, Beban, Aset, kewajiban.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1
Januari 1996. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 29 Akuntansi Minyak dan Gas Bumi
03-11-2008 09:20

Industri minyak dan gas bumi meliputi usaha pencarian (exploration), pengembangan (development), produksi cadangan minyak dan gas bumi, usaha pengolahan minyak dan gas bumi (refinery), dan usaha angkutan dengan kapal laut (tanker), serta usaha pemasaran minyak dan gas bumi serta produk-produk hasil pengolahan yang lain.

Perusahaan dalam industri minyak dan gas bumi dapat berbentuk usaha terpadu (integrated) dalam arti bahwa perusahaan tersebut mempunyai usaha eksplorasi, pengembangan, produksi, refinery, tanker, dan pemasaran sebagai satu kesatuan usaha, atau berbentuk usaha-usaha terpisah yang masing-masing berdiri sendiri. Maka dari itu akuntansi minyak dan gas bumi ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan industri lainnya.

Dalam PSAK ini pembasahan mengenai akuntansi minyak dan gas bumi dibagi dalam beberapa bab yaitu: Bab I mengenai karakteristik, ruang lingkup dan penerapan Akuntansi Industri Minyak dan Gas Bumi, Bab II Akuntansi Eksplorasi, Bab III Akuntansi Pengembangan, Bab IV Akuntansi Produksi, Bab V Akuntansi Pengolahan, Bab VI Akuntansi Transportasi, Bab VII Akuntansi Pemasaran.

Pernyataan ini berlaku efektif selambat-lambatnya untuk penyusunan laporan keuangan mulai tahun buku yang berakhir pada 31 Maret 1991.
PSAK 30 Sewa (Revisi 2007)
03-11-2008 09:25

Tujuan Pernyataan ini adalah untuk mengatur kebijakan akuntansi danlessee maupun lessor dalam hubungannyalease). pengungkapan yang sesuai, baik bagi dengan sewa (

Sewa (lease) adalah suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepada lessee
untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati. Sebagai
lessor. imbalannya, lessee melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada

Klasifikasi sewa yang digunakan dalam Pernyataan ini didasarkan atas sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee. Risiko termasuk kemungkinan rugi dari kapasitas tidak terpakai atau keusangan teknologi dan variasi imbal hasil karena perubahan kondisi ekonomi. Manfaat dapat tercermin dari ekspektasi operasi yang menguntungkan selama umur ekonomis dan laba dari kenaikan nilai atau realisasi dari nilai residu.

PSAK 30 juga membahas Perbedaan perlakuan akuntansi pada sewa yang termasuk sewa operasi dan financial sewa pembiayaan.

Penerapan secara retrospektif dari Pernyataan ini dianjurkan, tetapi tidak diharuskan. Jika penerapan prospektif dilakukan, saldo yang terkait dengan transaksi sewa yang sudah ada sebelum Pernyataan ini berlaku dianggap telah ditentukan secara tepat oleh lessor dan lessee. Selain itu, entitas yang bersangkutan harus mengungkapkan pengaruh pemberlakuan secara prospektif terhadap daya banding laporan keuangan periode sajian.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008.

Pernyataan ini menggantikan PSAK No. 30 (1990) tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha.
PSAK 31 Akuntansi Perbankan (Revisi 2000)
03-11-2008 09:38

Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial ntermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.

Pengguna laporan keuangan bank membutuhkan informasi yang dapat dipahami, relevan, andal dan dapat dibandingkan dalam mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja bank serta berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pengguna juga
membutuhkan informasi yang lebih baik tentang karakteristik khusus operasi bank.
Pengguna, termasuk otoritas pengatur, membutuhkan informasi yang tidak tersedia untuk publik.

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan laporan keuangan bank.

Pernyataan ini diterapkan untuk perbankan yang beroperasi di Indonesia. Bagi bank perkreditan rakyat dan lembaga/badan lain yang menjalankan satu kegiatan perbankan atau lebih, perlakuan akuntansi atas kegiatan tersebut mengacu pada Pernyataan ini. Namun, PSAK ini tidak mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi khusus pada bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.

Perlakuan akuntansi yang diatur dalam Pernyataan ini diberlakukan secara penyesuaian terhadap kewajiban pengusahaan hutan, maka biaya yang timbul dapat ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa umur HPH. prospektif. Apabila pada saat pertama kali menerapkan Pernyataan ini perlu dilakukan

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 32 Akuntansi Kehutanan
03-11-2008 09:47

Salah satu indikasi pelaksanaan pengusahaan hutan yang baik oleh perusahaan antara lain dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan.

Maksud dan tujuan PSAK 32 Akuntansi Kehutanan adalah terwujudnya pembakuan perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan perusahaan pengusahaan
hutan, seperti pemegang HPH/HPHTI, berdasarkan asas keterbukaan, sehingga dapat dipergunakan oleh berbagai pihak eksternal seperti instansi yang berwenang dan masyarakat. Dengan memerhatikan karakteristik dan perkembangan usaha pengusahaan hutan dalam kerangka peraturan pemerintah dan peraturan perundangan yang berlaku, serta agar pihak yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan pengusahaan hutan, diperlukan informasi keuangan pengusahaan hutan yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan pengusahaan hutan. Untuk itu, diperlukan suatu standar akuntansi yang mengatur perlakuan akuntansi dan pelaporan keuangan untuk transaksi yang spesifik dalam usaha pengusahaan hutan.

Akuntansi Kehutanan disusun dan diberlakukan bagi perusahaan yang menjalankan satu atau lebih kegiatan pengusahaan hutan. Komponen Laporan Keuangan Akuntansi Kehutanan:

1. Neraca

2. Laporan Laba/Rugi

3. Catatan Atas laporan Keuangan

Perlakuan akuntansi yang diatur dalam PSAK 32 ini diberlakukan secara prospektif. Apabila pada saat pertama kali menerapkan Pernyataan ini perlu dilakukan penyesuaian terhadap kewajiban pengusahaan hutan, maka biaya yang timbul dapat ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa umur HPH.

PSAK 32 ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum
03-11-2008 09:53

Perusahaan dalam industri pertambangan umum dapat berbentuk usaha terpadu dalam arti bahwa perusahaan tersebut memiliki usaha eksplorasi, pengembangan dan konstruksi, produksi, dan pengolahan sebagai satu kesatuan usaha atau berbentuk usaha-usaha terpisah yang masing-masing berdiri sendiri.

Pernyataan ini disusun berdasarkan sifat dan karakteristik usaha pertambangan
umum di Indonesia dan berpedoman pada konsep dasar akuntansi keuangan yang ditampung dalam Standar Akuntansi Keuangan dan peraturan perundangan yang
berlaku.

Seperti halnya Standar Akuntansi Keuangan, Pernyataan ini wajib digunakan dalam penyajian laporan keuangan untuk pihak eksternal bagi setiap perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan umum termasuk kontraktor dalam rangka Kontrak

Karya dan/atau Kontrak Kerja Sama di bidang pertambangan umum. Dengan adanya
Pernyataan ini, maka baik penyusun maupun pengguna laporan keuangan wajib mengacu kepada standar akuntansi yang sama. Apabila perlakuan akuntansi bersifat umum, maka harus tetap mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

PSAK ini juga mengatur tentang Pengelolaan Lingkungan hidup terkait dengan adanya kegiatan penambangan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995.

PSAK 34 Akuntansi kontrak Kontruksi
03-11-2008 09:59

Tujuan Pernyataan ini adalah untuk menggambarkan perlakuan akuntansi pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kontrak konstruksi.

Persoalan utama dalam akuntansi kontrak konstruksi adalah alokasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada periode di mana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan. Pernyataan ini menggunakan kriteria pengakuan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan untuk menentukan kapan pendapatan dan biaya suatu kontrak konstruksi harus diakui sebagai pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi. Pernyataan ini juga menyediakan pedoman pelaksanaan penerapan kriteria tersebut.

Pernyataan ini harus diterapkan pada akuntansi untuk kontrak konstruksi di dalam laporan keuangan kontraktor.

Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi
03-11-2008 10:03

Jasa telekomunikasi adalah jasa pemancaran, jasa pengiriman atau penerimaan tiap jenis tanda, gambar, suara, dan informasi dalam bentuk apa pun yang disediakan oleh penyelenggara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

PSAK 35 ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi dan cara pengukuran pendapatan jasa telekomunikasi.

Pernyataan dalam SAK 35 ini harus diterapkan dalam pengakuan pendapatan jasa telekomunikasi berikut: (a) Jasa telekomunikasi interkoneksi; (b) Jasa telekomunikasi yang dilaksanakan sendiri; dan (c) Jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan investor.

Hal-hal berikut sehubungan dengan pengakuan pendapatan harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan: (a) cara pengakuan pendapatan jasa telekomunikasi yang diperoleh melalui kerja sama dan interkoneksi; dan (b) rincian pendapatan jasa telekomunikasi yang diperoleh dari pelaksanaan sendiri, kerja sama, dan interkoneksi.

Pernyataan SAK 32 ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang disusun untuk
periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini
dianjurkan.
PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa
03-11-2008 10:08

PSAK ini mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi-transaksi berkaitan secara khusus dengan industri asuransi jiwa. Hal-hal yang bersifat umum, atau hal-hal yang tidak diatur dalam Pernyataan ini, diperlakukan dengan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Ruang Lingkup dalam PSAK 36 yaitu: Usaha asuransi jiwa dilakukan dalam salah satu bentuk badan hukum perusahaan perseroan, koperasi, perseroan terbatas, atau usaha bersama.

Usaha asuransi jiwa banyak dipengaruhi oleh ketentuan peraturan perundangundangan yang dapat berbeda dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan keuangan yang disajikan berdasarkan pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut.

Penyajian laporan Keuangan Akuntansi Asuransi Jiwa dalam SAK ini yaitu: Neraca, laporan Laba/Rugi, dan Catatan Atas laporan Keuangan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1996. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 37 Akuntansi penyelenggaraan Jalan tol (Reformat 2007)
03-11-2008 10:24

Jalan tol memiliki peran strategis baik untuk mewujudkan pemerataan pembangunan maupun untuk pengembangan wilayah. Pada wilayah yang tingkat perekonomiannya telah maju, mobilitas orang dan barang umumnya sangat tinggi sehingga dituntut adanya sarana perhubungan darat atau jalan dengan mutu yang andal.

Pernyataan ini disusun dengan memerhatikan sifat dan karakteristik penyelenggaraan jalan tol di Indonesia dan berpedoman pada konsep dasar akuntansi keuangan dan peraturan perundangan yang berlaku. Karakteristik pokok penyelenggaraan jalan tol di antaranya adalah: a) Jalan tol merupakan aset yang keberadaan dan pengusahaannya diatur oleh undangundang tersendiri, b) Jalan tol memiliki mutu yang andal, bebas hambatan, dan pengguna jalan tol wajib membayar tol, c) Pengadaan jalan tol sangat terkait dengan program pengembangan jaringan jalan nasional dan mendorong pengembangan wilayah di sekitar jalan tol.

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur akuntansi penyelenggaraan jalan tol yang mencakup: a) pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset jalan tol, kewajiban, dan pendapatan yang timbul dari penyelenggaraan jalan tol; b) perlakuan akuntansi untuk pengeluaran setelah perolehan jalan tol.

Pernyataan ini mengatur akuntansi penyelenggaraan jalan tol bagi badan usaha yang diberi wewenang penyelenggaraan jalan tol oleh Pemerintah maupun bagi Investor jalan tol.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1997. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 38 Akuntansi Restrukturisasi Ekuitas Sepengendali (Revisi 2004)
03-11-2008 10:24

Sejumlah entitas usaha di Indonesia memiliki karakteristik pemilikan mayoritas dan/atau pengendalian oleh pihak yang sama, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Entitas usaha yang memiliki karakteristik seperti ini disebut entitas sepengendali. Dalam transaksi restrukturisasi entitas sepengendali tidak terjadi perubahan substansi ekonomi pemilikan, walaupun bentuk hukum (legal form) pemilikan saham atau aset atau kewajiban atau instrumen kepemilikan lainnya berubah.

Pernyataan dalam SAK 38 ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (under common control), yang tidak dicakup oleh PSAK No. 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha.

Pernyataan SAK 38 ini diterapkan dalam akuntansi transaksi restrukturisasi sehubungan dengan pengalihan aset, kewajiban, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya antara entitas sepengendali yang memenuhi kaidah restrukturisasi.

Untuk semua transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, pengungkapan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya restrukturisasi: (a) jenis, nilai buku, dan harga pengalihan aset, kewajiban, saham, atau instrument kepemilikan lainnya yang dialihkan; (b) tanggal transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali; (c) nama entitas terkait; dan (d) metode akuntansi yang digunakan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2005. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 39 Akuntansi kerjasama Operasi (Reformat 2007)
03-11-2008 10:26

Kerja Sama Operasi (KSO) adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana masing-masing sepakat untuk melakukan suatu usaha bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha yang dimiliki dan secara bersama menanggung risiko usaha tersebut.

Bentuk-bentuk KSO berkembang dengan berbagai variasi, tetapi bisa dibagi menjadi dua golongan, yakni: (a) KSO dengan entitas hukum yang terpisah (separate legal entity) dari entitas hukum para partisipan KSO; dan (b) KSO tanpa pembentukan entitas hukum yang terpisah.

PSAK 39 ini bertujuan mengatur akuntansi kegiatan Kerja Sama Operasi (KSO), yakni yang berkaitan dengan: (a) pengakuan dan pengukuran akun-akun yang timbul dari kegiatan KSO seperti aset, kewajiban pendapatan, dan beban; (b) penyajian dan pengungkapan akun-akun kegiatan KSO.

Pernyataan SAK 39 ini mengatur kegiatan KSO, baik dari sisi pemegang aset, atau hak penyelenggaraan usaha tertentu, maupun dari sisi investor.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1998. Penerapan lebih dini dianjurkan.
Psak 40 Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi
03-11-2008 10:28

Tujuan PSAK 40 ini yaitu, untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk perubahan nilai investasi perusahaan investor pada anak perusahaan/perusahaan asosiasi akibat adanya perubahan ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi, yang belum diatur dalam PSAK No. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi dan untuk investasi pada anak perusahaan, yang tidak diatur oleh PSAK No. 4 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi.

Ruang lingkup dalam PSAK 40 ini hanya mengatur perlakuan akuntansi untuk perubahan nilai investasi perusahaan investor pada anak perusahaan/perusahaan asosiasi akibat adanya perubahan ekuitas anak perusahaan/perusahaan asosiasi yang bukan berasal dari transaksi antara perusahaan investor dan anak perusahaan/perusahaan asosiasi.

Unsur-unsur utama akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi/Anak Perusahaan” harus diungkapkan secara terpisah pada catatan atas laporan keuangan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1998. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 41 Akuntansi Waran (Reformat 2007)
10-11-2008 08:44

Waran adalah Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu.

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi waran (warrants), baik untuk waran yang diterbitkan menyertai penerbitan Efek utang, waran yang diterbitkan menyertai saham, maupun waran yang diterbitkan tanpa menyertai penerbitan Efek.

Pernyataan ini mengatur akuntansi waran bagi penerbit baik yang diterbitkan menyertai penerbitan Efek lain maupun yang diterbitkan tersendiri.

Laporan keuangan dalam PSAK 41 Akuntansi Waran harus mengungkapkan: (a) dasar penentuan nilai wajar waran; (b) nilai waran yang belum dilaksanakan dan nilai waran tidak dilaksanakan (kadaluarsa); (c) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya (dilution effect); (d) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek (Reformat 2007)
10-11-2008 09:05

Perusahaan Efek merupakan suatu lembaga yang dapat melakukan kegiatan sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, manajer investasi, penasihat investasi, serta kegiatan lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BAPEPAM.

Pernyataan SAK 42 ini bertujuan mengatur akuntansi untuk kegiatan Perusahaan Efek yang meliputi: (a) perantara pedagang efek; (b) penjamin emisi efek; dan (c) manajer investasi.

Pernyataan ini mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi yang secara khusus berkaitan dengan Perusahaan Efek. Hal-hal umum atau hal-hal yang tidak diatur dalam pernyataan ini, harus diperlakukan dengan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1998. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang (Reformat 2007)
10-11-2008 09:08

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi beserta pengungkapan transaksi anjak piutang baik bagi factor maupun bagi klien.

Ruang Lingkup dalam Pernyataan SAK 43 ini hanya mengatur perlakuan akuntansi beserta pengungkapannya untuk transaksi anjak piutang. Pernyataan ini tidak mengatur perlakuan akuntansi untuk piutang yang digunakan sebagai jaminan pinjaman serta transaksi pengalihan aset lainnya, seperti sekuritasi aset (asset back securitization) dan transaksi pembelian kembali aset (repurchase).

Anjak piutang adalah jenis pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan yang berasal dari transaksi usaha.

Dalam PSAK 43 ini juga dijelaskan mengenai jenis-jenis anjak piutang dan perlakuan akuntansinya untuk setiap jenis anjak piutang.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1998. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat (Reformat 2007)
10-11-2008 09:09

Pernyataan dalam SAK 44 ini bertujuan mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi -transaksi yang secara khusus, berkaitan dengan aktivitas pengembangan real estat (real estat development activities). Hak-hak umum atau hal-hal yang tidak diatur dalam Pernyataan ini, harus diperlakukan dengan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Ruang Lingkup dalam Pernyataan ini harus diterapkan untuk perusahaan yang melakukan aktivitaspengembangan real astat, walaupun aktivitas pengembangan real estat tersebut bukan aktivitas utama perusahaan.

Aktivitas pengembangan real estat adalah kegiatan perolehan tanah untuk kemudian dibangun perumahan dan/atau bangunan komersial dan/atau bangunan industri. Bangunan tersebut dimaksudkan untuk dijual atau disewakan, sebagai satu kesatuan atau secara eceran (retail). Aktivitas pengembangan real estat juga mencakup perolehan kaveling tanah untuk dijual tanpa bangunan.

Dalam penyajian neraca perusahaan yang aktivitas utamanya adalah aktivitas pengembangan real estat, aset dan kewajiban tidak dikelompokkan (unclassified) menurut lancar dan tidak lancar.

Untuk jenis aset real estat yang diungkapkan secara terpisah dalam catatan atas laporan keuangan: a) Tanah dan Bangunan; b) Bangunan yang Sedang Dikonstruksi; c) Tanah yang Sedang Dikembangkan; dan d) Tanah yang Belum Dikembangkan.

Aset real estat yang dikembangkan disajikan terpisah dari aset real estat yang digunakan oleh perusahaan itu sendiri, yang dilaporkan sebagai aset tetap.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1998. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 45 Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (Reformat 2007)
10-11-2008 09:29

Karakteristik organisasi nirlaba berbeda dengan organisasi bisnis. Perbedaan utama yang mendasar terletak pada cara organisasi memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apa pun dari organisasi tersebut. Sebagai akibat dari karakteristik tersebut, dalam organisasi nirlaba timbul transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam organisasi bisnis

Pernyataan dalam SAK 45 ini bertujuan untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Dengan adanya standar pelaporan, diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi.

Pernyataan ini berlaku bagi laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi nirlaba yang memenuhi karakteristik sebagai berikut: (a) Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. (b) Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. (c) Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.

Pernyataan ini tidak berlaku bagi lembaga pemerintah, departemen, dan unit-unit
sejenis lainnya.

Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang, anggota organisasi, kreditor, dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi organisasi nirlaba.

Laporan keuangan organisasi nirlaba adalah sebagai berikut: a) Laporan Posisi Keuangan, b) Laporan Aktivitas, c) Laporan Arus Kas.

Dalam PSAK ini juga terdapat contoh bentuk laporan keuangan organisasi nirlaba.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 46 Akuntansi Pajak Penghasilan (Reformat 2007)
10-11-2008 09:32

Pernyataan ini bertujuan mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan. Masalah utama perlakuan akuntasi untuk pajak penghasilan adalah bagaimana mempertanggung jawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang untuk hal-hal berikut ini:
(a) pemulihan nilai tercatat aset yang diakui pada neraca perusahaan atau pelunasan nilai tercatat kewajiban yang diakui pada neraca perusahaan; dan
(b) transaksi-transaksi atau kejadian-kejadian lain pada periode berjalan yang diakui
pada laporan keuangan perusahaan.

Pajak Penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan pajak ini dikenakan atas penghasilan kena pajak perusahaan.

Dalam PSAK 46 ini diatur juga mengenai jenis-jenis pajak dan perlakuan akuntansinya.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999 bagi perusahaan yang menerbitkan surat-surat berharga yang diperdagangkan kepada publik, sedang bagi perusahaan lainnya dimulai pada atau setelah 1 Januari 2001. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 47 Akuntansi Tanah
10-11-2008 09:35

Tanah sebagai aset tetap. Akuntansi tanah pada prinsipnya mengikuti PSAK No. 16 tentang Aset Tetap. PSAK tersebut perlu dilengkapi PSAK ini. PSAK ini berlaku bagi entitas komersial dan Nirlaba. Entitas akuntansi menggunakan tanah sebagai aset tetap, barang dagangan, bahan baku, investasi dan/atau aset lain-lain. Entitas akuntansi yang menggunakan tanah sebagai aset tetap, terdiri atas berbagai jenis industri. Industri khusus yang diatur dalam PSAK tertentu mengikuti pula pernyataan ini, sepanjang aset tetap tanah belum diatur secara khusus.

Tujuan Pernyataan ini: (a) Mengatur perlakuan akuntansi dan pelaporan tanah sebagai aset tetap dan penyusutannya. (b) Mengatur perlakuan akuntansi dan pelaporan hak atas tanah sebagai Beban Tangguhan dan amortisasinya.

PSAK ini mengatur akuntansi tanah sebagai aset tetap dan Beban Tangguhan untuk pengurusan legal hak atas tanah, sehingga tidak berkaitan dengan: (a) Tanah sebagai Barang Dagangan. (b) Tanah sebagai Bahan Baku Produksi. (c) Tanah sebagai Investasi Properti (dalam Pos Investasi). (d) Tanah sebagai Aset Lain-lain. (e) Aset Tetap Tanah-Hak Sewa Guna Usaha.

Tanah adalah aset berwujud yang diperoleh siap pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai dalam operasi entitas dengan manfaat ekonomis lebih dari setahun, dan tidak dimaksud untuk diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal entitas.

Pengakuan tanah Biaya perolehan Aset Tetap Tanah yang dibangun sendiri merupakan akumulasi seluruh biaya perolehan dan pengembangan tanah, berupa biaya pematangan tanah, di luar Beban Tangguhan akibat biaya legal pengurusan hak.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 48 Penurunan Nilai Aset
10-11-2008 09:43

Tujuan pernyataan SAK 48 ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi aset yang turun nilainya dan konsekuensi penurunan nilai tersebut. Jika perusahaan mengidentifikasi bahwa aset secara potensial akan turun nilainya, pernyataan ini mengharuskan perusahaan untuk menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari aset tersebut. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut lebih kecil dari nilai tercatatnya, pernyataan ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui kerugian penurunan nilai aset. Pernyataan ini juga mengatur kapan perusahaan harus memulihkan (reverse) kerugian penurunan nilai aset yang telah diakui dan pengungkapan yang diperlukan untuk aset yang turun nilainya.

Untuk setiap kelompok aset, laporan keuangan harus mengungkapkan: (a) rugi penurunan nilai yang diakui selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi yang di dalamnya kerugian penurunan nilai telah dimasukkan; dan (b) pemulihan kerugian penurunan nilai yang diakui selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi yang di dalamnya kerugian penurunan nilai telah pulih

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penurunan nilai aset yang dilakukan dalam periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000. Jika perusahaan menerapkan Pernyataan ini pada periode sebelum tanggal 1 Januari 2000, perusahaan harus mengungkapkan fakta tersebut.
PSAK 49 Akuntansi Reksa Dana
10-11-2008 09:45

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur akuntansi bagi reksa dana terbuka.

Reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksa dana terbuka adalah reksa dana yang dapat menawarkan dan membeli kembali saham-sahamnya dari pemodal sampai dengan sejumlah modal yang telah dikeluarkan.

Laporan keuangan reksa dana terdiri atas: (a) laporan aset dan kewajiban; (b) laporan operasi; (c) laporan perubahan aset bersih; dan (d) catatan atas laporan keuangan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1999. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan (Revisi 2006)
10-11-2008 09:47
Tujuan pernyataan ini adalah unuk menetapkan prinsip untuk penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sebagai kewajiban atau ekuitas dan untuk saling hapus aset keuangan dan kewajiban keuangan. Pernyataan ini berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus.

Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi prinsip untuk pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan kewajiban keuangan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan pengungkapan informasi tentang hal tersebut.

Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 januari 2009. Penerapan lebih dini diperbolehkan. Entitas tidak diperkenankan menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahunan yang dimulai sebelum Januari 2009, kecuali jika entitas tersebut juga menerapkan PSAK 55 (Revisi 2006). Jika entitas menerapkan Pernyayataan ini untuk periode tahunan yang dimulai sebelum 1 Januari 2009, kecuali jika entitas tersebut juga menerapkan PSAK 55 (revisi 2006). Jika entitas menerapkan Pernyataan ini pada periode sebelum 1 Januari 2009, maka fakta ini harus diungkapkan.

Pernyataan ini diterapkan secara prospektif. Pernyataan ini menggantikan PSAK 50: Akuntansi Investasi Efek Tertentu yang disahkan pada tahun 1998.
PSAK 51 Akuntansi Kuasi-Reorganisasi (Revisi 2003)
10-11-2008 11:18

Kuasi-reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang mengatur perusahaan merestrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aset dan kewajibannya. Dengan ini, diharapkan perusahaan bisa meneruskan usahanya secara lebih baik, seolah-olah mulai dari awal yang baik (fresh start), dengan neraca yang menunjukkan nilai sekarang dan tanpa dibebani defisit.

Kuasi-reorganisasi adalah reorganisasi, tanpa melalui reorganisasi nyata (true reorganisation atau corporate restructuring) yang dilakukan dengan menilai kembali akun-akun aset dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif atau defisit.

Pernyataan ini bertujuan mengatur perlakuan akuntansi untuk kuasi-reorganisasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Pernyataan ini berlaku bagi setiap perusahaan yang melakukan kuasireorganisasi. Pernyataan ini menggantikan ketentuan dalam paragraf 43 tentang reorganisasi dalam PSAK No. 21 (1994) tentang Akuntansi Ekuitas.

Perusahaan harus menyusun neraca per tanggal kuasi-reorganisasi. Neraca ini harus dibandingkan dengan neraca akhir periode sebelum periode kuasireorganisasi dilakukan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk kuasi-reorganisasi yang terjadi setelah tanggal 10 Desember 2003. Penerapan lebih dini dianjurkan untuk laporan keuangan yang periode pelaporannya berakhir setelah Pernyataan ini disahkan.
PSAK 52 Mata Uang Pelaporan
10-11-2008 11:21

Pernyataan dalam SAK 52 ini bertujuan mengatur mata uang yang digunakan oleh perusahaan dalam catatan akuntansi dan laporan keuangan.

Ruang Lingkup dalam Pernyataan ini harus diterapkan untuk semua perusahaan yang akan atau telah menggunakan mata uang selain rupiah sebagai mata uang pelaporan.

Mata uang pelaporan adalah mata uang yang digunakan dalam menyajikan laporan
keuangan.

Perusahaan diharuskan untuk mengubah mata uang pencatatan dan pelaporan ke rupiah, apabila mata uang fungsional berubah dari bukan rupiah ke rupiah. Perubahan mata uang pencatatan dan pelaporan harus dilakukan pada awal tahun buku, tidak di tengah tahun buku.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 53 Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham
12-11-2008 10:49
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk kompensasi berbasis saham. Istilah “kompensasi” dalam Pernyataan ini mencakup semua imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada pemasok barang atau jasa. Pemasok mencakup pihak karyawan dan nonkaryawan.

Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan pada semua transaksi pemerolehan barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan dengan imbalan atau kompensasi berupa
pemberian instrumen ekuitas atau berupa kewajiban yang jumlahnya ditentukan berbasis pada harga instrumen ekuitas. Dasar pengukuran, tujuan dan tanggal pengukuran untuk setiap jenis perusahaan diatur dalam PSAK ini.

Pernyataan ini harus diterapkan secara prospektif. Laporan keuangan untuk periode sebelum diberlakukannya Pernyataan ini tidak perlu dinyatakan kembali (restated).

Pernyataan ini berlaku efektif untuk transaksi restrukturisasi yang terjadi
mulai tanggal 1 Oktober 1998. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 54 Akuntansi Restrukturisasi Utang-Piutang Bermasalah
12-11-2008 10:56
Pernyataan ini mengatur standar akuntansi keuangan dan pelaporan restrukturisasi utang-piutang bermasalah, baik bagi debitor maupun kreditor. Pernyataan ini tidak mencakup akuntansi untuk penyisihan piutang tidak tertagih dan tidak mengatur metode estimasi piutang tidak tertagih.

Pernyataan ini diterapkan pada akuntansi restrukturisasi utang-piutang bermasalah. Pernyataan ini tidak mengatur:
(a) Imbalan Kerja yang telah diatur dalam PSAK No. 24 (Revisi 2004),
(b) Sewa yang telah diatur dalam PSAK No. 30 (Revisi 2007),
(c) Akuntansi untuk Investasi dalam Efek Utang Tertentu yang telah diatur dalam
PSAK No. 50,
(d) Kuasi-Reorganisasi yang telah diatur dalam PSAK No. 51.

Untuk tujuan Pernyataan ini, restrukturisasi utang-piutang tidak selalu merupakan restrukturisasi utang-piutang bermasalah karena kondisi debitor mengalami kesulitan keuangan.

Penerapan Pernyataan ini harus dilakukan secara prospektif. Laporan keuangan untuk periode sebelum diberlakukannya pernyataan ini tidak perlu dinyatakan kembali (restated).

Pernyataan ini berlaku untuk transaksi restrukturisasi yang terjadi sejak tanggal pengesahan. Penerapan lebih dini dianjurkan, dengan memerhatikan paragraf 40.
PSAK 55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
12-11-2008 11:06
Tujuan Pernyataan dalam PSAK 55 (Revisi 2006) adalah untuk mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item non keuangan. Persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi instrumen keuangan diatur dalam PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan.

Istilah yang didefinisikan dalam PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan juga digunakan dalam pernyataan ini dengan pengertian sebagaimana dijabarkan dalam pernyataan ini dengan pengertian sebagaimana dijabarkan dalam paragraf 7 PSAK 50 (Revisi 2006) Instumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. PSAK tersebut mendefinisikan istilah berikut ini:
Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Kewajiban Keuangan
Instrumen Ekuitas
dan menyediakan pedoman untuk menerapkan definisi-definisi tersebut.

PSAK 55 (Revisi 2006) terdiri dari paragraf 1-108 dan Panduan Aplikasi. Maka hal ini akan memudahkan penerapan PSAK 55 oleh pengguna.

Entitas harus menerapkan Pernyataan ini secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini sebelum 1 Januari 2009, maka fakta
ini harus diungkapkan.

Pernyataan ini menggantikan:
(a) PSAK No. 10 tentang Transaksi dalam Mata Uang Asing, untuk pengaturan yang
terkait dengan transaksi valuta berjangka;
(b) PSAK No. 28 (Revisi 1996) tentang Akuntansi Asuransi Kerugian, untuk pengaturan yang terkait dengan perlakuan akuntansi surat berharga (marketable
securities);
(c) PSAK No. 31 (Revisi 2000) tentang Akuntansi Perbankan, untuk pengaturan yang
terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi efek;
(d) PSAK No. 36 (Revisi 1996) tentang Akuntansi Asuransi Kerugian, untuk pengaturan yang terkait dengan perlakuan akuntansi surat berharga (marketable securities);
(e)PSAK No. 42 (1998) tentang Akuntansi Perusahaan Efek, untuk pengaturan yang terkait dengan:
(i) transaksi jual efek dengan janji beli kembali (repo)/beli efek dengan janji
jual kembali (reverse repo); dan
(ii) transaksi manajer investasi untuk pengakuan perolehan, pengklasifikasian,
dan penilaian pada tanggal neraca untuk efek dan unit penyertaan reksa
dana yang dibeli untuk investasi sendiri;
(f) PSAK No. 43 (Revisi 1997) tentang Akuntansi Anjak Piutang, untuk pengaturan
yang terkait dengan pengakuan dan pengukuran;
(g) PSAK No. 50 (Revisi 1998) tentang Akuntansi Investasi Efek Tertentu, untuk
pengaturan yang terkait dengan pengakuan dan pengukuran invetasi efek tertentu;
dan
(h) PSAK No. 55 (Revisi 1999) tentang Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas
Lindung Nilai, untuk pengaturan yang terkait dengan pengakuan dan pengukuran
instrumen derivatif dan aktivitas lindung nilai.
PSAK 56 Laba Per Saham (LPS)
12-11-2008 11:25
Pernyataan ini bertujuan untuk menetapkan teknik penghitungan, penyajian, dan pengungkapan LPS yang pada gilirannya akan meningkatkan daya banding kinerja antarperusahaan dan antarperiode.

Pernyataan ini menekankan pada teknik penentuan jumlah saham yang dipakai sebagai pembagi yang dikenal dengan nama penyebut (denominator) angka laba dan
bukan pada penentuan laba. Walaupun LPS memiliki keterbatasan karena kebijakan akuntansi yang tidak seragam dalam menentukan laba, namun dengan adanya penyebut yang dihitung secara konsisten, maka kualitas pelaporan keuangan dapat lebih diandalkan.

Ruang Lingkup Pernyataan dalam PSAK 56 ini harus diterapkan oleh emiten atau perusahaan publik yang memiliki saham biasa atau efek berpotensi saham biasa. Perusahaan yang bukan emiten atau perusahaan publik yang menyajikan LPS, wajib menerapkan pernyataan ini.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang berakhir pada atau setelah 31 Desember 2000. Penerapan lebih dini dianjurkan.
PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan Aset Kontijensi
12-11-2008 11:46
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi, serta untuk memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Dengan demikian, para pengguna dapat memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi tersebut.

Ruang Lingkup Pernyataan ini harus diterapkan oleh semua perusahaan dalam akuntansi untuk kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinjensi, kecuali kewajiban diestimasi dan kontinjensi yang timbul dari:
(a) instrumen keuangan yang dicatat dengan nilai wajar;
(b) kontrak eksekutori, kecuali apabila kontrak tersebut bersifat memberatkan
(onerous);
(c) kontrak dengan pemegang polis bagi perusahaan asuransi; dan
(d) hal-hal yang telah dicakup dalam PSAK lain.

Pernyataan ini berlaku untuk instrumen keuangan (termasuk garansi) yang tidak dicatat dengan nilai wajar.

Pernyataan ini berlaku untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2001. Penerapan lebih dini dianjurkan. Jika perusahaan menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang dimulai sebelum tanggal 1 Januari 2001, perusahaan harus menyatakan hal tersebut.

Pernyataan ini menggantikan PSAK 8 No. tentang Peristiwa Setelah Tanggal Neraca, pada bagian yang mengatur kontinjensi.
PSAK 58 Operasi Dalam Penghentian
12-11-2008 11:46
Tujuan Pernyataan ini ialah untuk mengatur prinsip-prinsip pelaporan informasi tentang operasi dalam penghentian, sehingga meningkatkan kemampuan pengguna laporan keuangan dalam membuat proyeksi tentang arus kas perusahaan, kemampuan perusahaan menghasilkan laba, dan posisi keuangan perusahaan dengan memisahkan informasi tentang operasi dalam penghentian dengan informasi tentang operasi yang tetap berlangsung.

Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk operasi dalam penghentian pada semua perusahaan.

Pernyataan ini berlaku efektif untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2003. Penerapan lebih dini dianjurkan untuk laporan keuangan yang periode pelaporannya berakhir setelah Pernyataan ini disahkan.

Pernyataan ini menggantikan paragraf 18-21 dan paragraf 55 dari PSAK No. 25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi.PSAK 59 Akuntansi Perbankan Syariah
12-11-2008 11:49
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi (pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan) transaksi khusus yang berkaitan dengan aktivitas bank syariah.

Ruang Lingkup dalam Pernyataan ini diterapkan untuk bank umum syariah, bank perkreditan rakyat syariah, dan kantor cabang syariah bank konvensional yang beroperasi di Indonesia. Hal-hal umum yang tidak diatur dalam pernyataan ini mengacu pada PSAK yang lain dan/atau prinsip akuntansi yang berlaku umum sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan keuangan sesuai permintaan khusus (statutory) pemerintah, lembaga pengawas independen, dan bank sentral (Bank Indonesia).

Laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri atas komponenkomponen berikut:
(a) neraca;
(b) laporan laba rugi;
(c) laporan arus kas;
(d) laporan perubahan ekuitas;
(e) laporan perubahan dana investasi terikat;
(f) laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah;
(g) laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan; dan
(h) catatan atas laporan keuangan.

Pernyataan ini berlaku untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2003. Penerapan lebih dini dianjurkan.

~ oleh edhane pada April 1, 2010.

Satu Tanggapan to “Prinsip Akuntansi”

  1. Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wished
    to say that I have truly enjoyed browsing your blog posts.
    After all I’ll be subscribing to your rss feed and I hope you write again soon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.118 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: