10 Negara Berbahaya bagi Blogger

Oleh: Radzie – 01/05/2009 – 00:41 WIB
NEW YORK, ACEHKITA.COM – Komite Perlindungan Jurnalis (Committee to Protect Journalist), lembaga yang berbasis di New York, Amerika Serikat, mempublikasikan 10 negara yang dinilai berbahaya bagi para blogger. Burma merupakan negara yang paling horor bagi blogger.

Burma berada di peringkat pertama, disusul Iran. Pasalnya, negara yang dikuasai Junta Militer itu menerapkan aturan ketat pada akses Internet dan memenjarakan orang untuk beberapa tahun gara-gara memposting materi yang mengritik kebijakan Junta.

Junta Militer Burma tahun lalu menjatuhkan hukuman 59 tahun penjara terhadap blogger Maung Thura. Blogger yang terkenal dengan nama Zarganar ini dihukum gara-gara menayangkan video badai Nargis di blognya. Sementara Iran, menjebloskan Omidreza Mirsayafi ke dalam penjara karena menghina tokoh agama di Iran. Dia meninggal di Penjara Evin pada Maret, namun tak ada penjelasan memadai terkait kematiannya.

Pemeringkatan 10 negara berbahaya bagi blogger itu dilansir CPJ dalam laporan terbarunya yang berjudul “10 Worst Countries to be a Blogger”. Tak hanya menempatkan Burma di peringkat atas, CPJ juga menemukan beberapa negara lain di Asia dan Timur Tengah yang memperketat aturan akses Internet.

“Blogger berada di barisan terdepan revolusi informasi dan jumlah mereka meningkat tajam,” kata Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi acehkita.com, Kamis (30/4).

Perkembangan pesat dunia blog mendapat reaksi cepat dari pemerintah. “Mereka cepat mempelajari bagaimana menghadapi para blogger dengan teknik penyensoran dan penyaringan (akses) Internet, pembatasan akses online, dan mengumpulkan data personal (blogger). Ketika yang lain gagal, pihak berwenang dengan mudah memenjarakan beberapa blogger untuk mengintimidasi komunitas dunia maya lain agar diam dan melakukan self-censorship,” ujar Simon.

Kesepuluh negara berbahaya bagi blogger yaitu Burma, Iran, Syiria, Kuba, Saudi Arabia, Vietnam, Tunisia, China, Turkmenistan, dan Mesir.

“Negara yang masuk dalam daftar ini mencoba menghambat revolusi informasi, dan, sekarang, mereka sukses,” ujar Simon. “Kebebasan ekspresi berkelompok, pemerintah yang peduli, komunitas maya, dan perusahaan teknologi perlu bersama-sama untuk mempertahankan hak para blogger di seluruh dunia.” []

~ oleh edhane pada Mei 2, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: