TUGAS DIETETIKA LANJUT

TUGAS DIETETIKA LANJUT

KASUS 3
” Nefrotik syndrome”

Disusun Oleh :
RIDWAN FEBRIANTA / 3 B
NIM : P07131108087

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2010

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn.X
Usia : 60 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Diagnosa : Nefrotik syndrome dengan hipertensi st II dan Dislipidemia

B. SKRINING GIZI
No Indikator Keterangan
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang –
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleransi zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enteral / parenteral –
9. Serum albumin darah –
C. NUTRITION ASSESSMENT
Antropometri BB=65kg TB=170cm
Umur = 60 tahun

IMT=BB/TB²=65/(1.70)²=22.49
Status gizi normal (kenormalannya > 18,5 – 25)
BBI=(TB-100)–10%
=(170-100)–7
=63 kg
Hasil 
 Urea nitrogen 70 mg/dl (tinggi) (N= 20-30g/100ml)¯Laboratorium
Creatinin 6 mg/dl (tinggi) (N=1,0-1,7 mg/100 ml)
Uric acid 12 mg/dl (tinggi) (N=3-7,5 mg/100 ml)
BUN 92 mg/dl (tinggi) (normal (N=8-20 mg/100 ml)
Cholesterol 256 mg/dl (rendah) (N=150-280 mg/100 ml)
Trigliseride 185 mg/dl (rendah) (N=250 mg/100 ml)
Total protein 4 mg/dl (rendah) (N=6-7, mg/100 ml)
Proteinuri +++ (positif)
Fisik Klinis Lemas
Tekanan darah : 180/100 mmHg (hypertensi st II)
KU : baik kompos mentis
 Makanan pokok: nasi, 3x/hari 1 piring, sayur :bayam, daun singkong, labu siam, 3x/hari ½ mangkuk, Lauk hewani : ayam dan ikan, 3x/hari, 1 potong sedang, Lauk nabati : Tempe tahu, tidak pasti, 2-3x/mgg, buah : tidak tentu kadang, 1-2 x/minggu, Snack : nagasari, pisang rebus, kacang rebus, dll yang tidak digoreng, dulu suka mengkonsumsi soft drink¯Riwayat Makan

D. NUTRITION DIAGNOSIS
Domain Problem Etiologi Sign / symptoms
NC – 2.2 Berat badan lebih Perubahan nilai lab terkait zat gizi (protein) Gangguan fungsi ginjal (nefrotik syndrome dengan hipertensi) BUN tinggi, kreatinin tinggi, uric acid tinggi, urea nitrogen tinggi, dan proteinuria tinggi
NI – 5.4 Intake lemak berlebih Penurunan kebutuhan zat gizi protein Disfungsi ginjal BUN tinggi, kreatinin tinggi, uric acid tinggi, urea nitrogen tinggi, dan proteinuria tinggi
 Kurangnya pengetahuan tentang status penyakit yang membutuhkan pembatasan mineral (Na0 Hipertensi (180/100 mmHg)¯NI –55.2 Penurunan kebutuhan zat gizi Intake mineral Na lebih

E. NUTRITION INTERVENTION 
PLANNING
Jenis Diet : Diet Syndrome nefrotik, RG II
 Route : Oralþ
 Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali selinganþ
 Bentuk Makanan : Makanan lunakþ
 Tujuan Diet :þ
•Tidak memberatkan faal ginjal
• Mengurangi retensi garam
• Mengganti protein yang hilang bersama urin
• Mengontrol hipertensi
• Mengontrol hipercholesterol
• Mangatasi anoreksia
 Syarat Prinsip Diet :þ
• Enrgi sesuai sesuai umur
• Lemak dibatasi (lemak jenuh)
• Pembatasan cholesterol
• Pemberian < 30% total kalori (10 % tak jenuh tunggal, 10 % tak jenuh ganda dan 10 % lemak jenuh
•Menghindari bahan makanan tinggi natrium
 Perhitungan Kebutuhan Energiþ
BMR = BB x 24 jam x 1 kkal=65 x 24 jam x 1 kkal = 1560 kkal
Koreksi tidur =BB x 8 jam x 0,1 kkal=65 x 8 jam x 0,1 kkal = 52 kkal –
= 1508 kkal
Aktifitas = 50% x 1508 kkal = 754 kkal +
= 2262 kkal
SDA = 10 % x 2262 kkal = 226,2 kkal +
Total kebutuhan energy = 2488,2 kkal

Protein = 0.8gr/kg = 0.8 x 63 = 50.4 gram x 4 = 201.6 kkal
Lemak = 25% x 2051.74 kkal = 622.05 kkal : 9 = 69.11 gram
Karbohidrat = 2488,2 – (201.6 + 622.05) 
= 1664.55 kkal : 4 = 416.13 gr

Energi Pagi = 30% x 2488,2 kkal = 746.46 kkal
Energi Siang = 35% x 2488,2 kkal = 870.87 kkal
Energi Malam = 35% x 2488,2 kkal = 870.87 kkal 

Edukasi :
– Penjelasan mengenai penyakit ginjal (nefrotik syndrome, hipertensi, dan dislipidemia
– Penjelasan mengenai pola makan yang sehat dan seimbang
– Memperbaiki kebiasaan makan kurang baik
– Menganjurkan untuk mempertahankan berat badan normal
– Menganjurkan memperbanyak makanan berserat tinggi (sayur, buah dan karbohidrat kompleks)
 Parameter yang dimonitor :þ
– Asupan makanan perhari
– Perubahan kadar lipid
– Perubahan pola makan
F. IMPLEMENTASI
Penyusunan menu sehari : terlampir
Rencana konsultasi Gizi Konsultasi
1. Masalah Gizi : Penyakit ginjal (syndrome nefrotik, hipertensi, dislipidemia)
2. Materi : Pengertian syndrome nefrotik, hipertensi, dislipidemia
Diit penyakit ginjal (syndrome nefrotik, hipertensi, dislipidemia)
Contoh menu yang seimbang
3. Tujuan : 
a. Tujuan umum Setelah melakukan penyuluhan, klien dan keluarga mengenali, mengerti dan mampu membuat keputusan yang benar dalam mengatasi masalah syndrome nefrotik, hipertensi, dislipidemia.
b. Tujuan khusus Memberikan pengetahuan dan penjelasan. Mengenai pola Menu seimbang dan makanan yang bergizi.
Memberikan motivasi kepada pasien.
4. Sasaran : pasien dan keluarga
5. Waktu : 30menit
6. Metode : konsultasi dan Tanya jawab
7. Media : leaflet tentang syndrome nefrotik, hipertensi, dislipidemia dan food model
8. Tempat : rumah sakit (poligizi)
G. MONITORING DAN EVALUASI
a. Monitoring
– Asupan makan per hari
– Perubahan BB
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis
b. Evaluasi 
– Adakah perubahan asupan makan per hari ?
– Adakah perubahan BB ?
– Adakah perubahan hasil laboratorium ?
– Adakah perubahan fisik klinis ?

H. REKOMENDASI
Perlu ditekankan mengenai perilaku konsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta teratur, mengubah kebiasaan makan yang salah, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung lemak serta menurunkan BB ke arah BB normal. 

Menu Sehari
Waktu Menu Bhn Makanan Brt (gr) URT E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr)
PAGI Nasi tim ayam beras giling 75 3/4 gls 270 5.1 0.53 59.18
pkl. 07.00 daging ayam 50 1 ptg sdg 151 9.1 12.5 0
Bening bayam Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Bayam 25 9 0.88 0.13 1.625
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Tahu kukus Tahu 75 1 ptg sdg 51 5.85 3.45 1.2
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
Selingan Puding buah agar-agar 15 3 sdm 0 0 0 0.03
pkl.10.00 Pepaya 50 1 ptg sdg 23 0.25 0 6.1

SIANG Nasi tim beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl.12.30 Pepes ikan mas Ikan mas 75 1 ekor sdg 64.5 12 1.5 0
Tumis orak-arik tahu Tahu 50 1 ptg sdg 34 3.9 2.3 0.8
Buncis 25 8.75 0.6 0.05 1.325
Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Gula pasir 5 1/2 sdm 18.2 0 0 4.7
Jus apel Apel 100 1 bh 43 0.5 0 12.2
gula pasir 10 1 sdm 36.4 0 0 9.4

Selingan Sup buah Semangka 50 1 ptg 42 0.75 0.3 10.35
pkl. 16.00 Melon 50 1 ptg 36.4 0 0 9.4
Apel 50 1 ptg 42.5 0.45 3.25 3.83

MALAM Nasi tim beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl. 19.00 Tumis orak-arik tempe putih telur 50 25 5.4 0 0.4
Tempe 25 1 ptg kcl 17 1.95 1.15 0.4
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Ca sawi Wortel 25 1/2 sdt 18 0.015 2.025 0.1
Sawi 25 5.5 0.575 0.075 1
minyak sayur 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
TOTAL SEHARI 2438.7 52.4 65.5 395.91
PERSENTASE 98.01% 104.16% 94.76% 95.14%

KASUS 3 PENYAKIT JANTUNG KORONER

B. IDENTITAS PASIEN
Nama : ’X’
Usia : 53 th
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Diagnosa : Decomensatio Cordis Khronis

B. SKRINING GIZI
No Indikator Keterangan
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang +
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleransi zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enteral / parenteral –
9. Serum albumin darah –

E. NUTRITION ASSESSMENT
Antropometri TB = 164 cm
BB = 47 kg
IMT = BB
TB2 
= 47 
(1,64)2 
= . 47 . 
2,6896 
= 17,47 

Status Gizi Kurang (normal = 18,5 – 22,9)
Hasil 
 SGOT = 55 unit, tinggi (Normal = 5 – 40)¯Laboratorium
Hiperoxaloacetik
 HB = 8,8 g%, rendah (Normal = 13 – 16 g/dl)¯
Anemia Gizi Besi

 Panas, batuk pada saat tiduran, sesak nafas, perut dan kaki membengkak¯Fisik Klinis
 Kebiasan makan :¯Riwayat Makan
– Nafsu makan menurun sejak 2 tahun yang lalu
 Recall 24 jam :¯
o Kalori 40,9%
o Protein 64,6%
o Lemak 27%
o KH 45% bila dibandingkan dengan RDA
 Aktivitas fisik : -¯
Riwayat Penyakit Dahulu Empat tahun yang lalu pasien pernah diopname dengan keluhan sesak nafas, dada berdebar-debar dan nyeri adad sebelah kanan
Radiologi Cardiomegali 
Threatment Infus glukosa 5% sebanyak 250 CC sehari

F. NUTRITION DIAGNOSIS
Domain Problem Etiologi Sign / symptoms
NC-3.1 Status gizi kurang Intake energi kurang IMT = 17,47
NI-1.4 Intake energi tidak mencukupi Kekurangan masukan makanan dan zat gizi Hasil recall 24 jam : 
– Kalori hanya 40,9%,
– Protein 64,6%
– Lemak 27%
– KH 45% 
bila dibandingkan dengan RDA
NI-55.1 Intake mineral tidak adekuat Kurangnya akses terhadap makanan yang Fe HB = 8,8 g%
 Panas¯NI-1.1 Peningkatan kebutuhan energi Infection  
 Suhu 380C¯
 Perut dan kaki membengkak¯NI-3.2 Intake cairan yang berlebih Adanya faktpr fisiologis, yaitu adanya penurunan kebutuhan cairan akibat adanya gangguan fungsi jantung
 Nafsu makan menurun¯

E. NUTRITION INTERVENTION 
PLANNING
 Jenis Diet : – Diet Jantung IIþ
– DRG III
 Route : Oralþ
 Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali selinganþ
 Bentuk Makanan : Lunakþ
 Tujuan Diet :þ
2) Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung
3) Menaikkan BB ke arah BB normal
4) Menghilangkan penimbunan garam dan air
5) Menormalkan kadar SGOT dan kadar HB
6) Menormalkan suhu badan
 Syarat Prinþsip Diet :
1) Energi cukup, diberikan 2562,5 Kkal untuk menaikkan BB
2) Protein cukup, diberikan 0,8 g/kg BB 
3) Lemak sedang, diberikan 25% dari kebutuhan energy total
4) Lemak Jenuh 10 % dari kebutuhan energy total
5) Lemak tak jenuh ganda dan tunnggal 15 % dari kebutuhan energy total
6) Karbohidrat sedang, diberikan sisa dari total protein dan total lemak
7) Kolesterol < 200 mg 
8) Vitamin dan mineral cukup
9) Garam rendah, 3 g/hari
10) Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas
11) Serat cukup, untuk menghindari konstipasi
12) Cairan cukup
13) Makanan diberikan dalam porsi kecil dan tidak merangsang 
 Perhitungan Kebutuhan Energiþ
Faktor aktivitas = 1,2
Faktor stress = 1,3
U = 53 th
BB = 47 kg
TB = 164 cm
BBI = (TB – 100) – 10% (TB – 100) x 1 kg
= (164 – 100) – 10% (164 – 100) x 1 kg
= (64 – 6,4) x 1 kg
= 57,6 kg 
BMR = 66,5 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66,5 + (13,7 x 47 kg) + (5 x 164 cm) – (6,8 x 53 th)
= 66,5 + 643,9 + 820 – 360,4
= 1170 Kkal 

Suhu 380C BMR = 1170 Kkal + (13% x 1170 Kkal)
= 1170 Kkal + 152.1 Kkal
= 1322,1 Kkal
Total energi = BMR x F. aktivitas x F. Stress
= 1322,1 Kkal x 1,2 x 1,3
= 2062,5 Kkal 
Penambahan Energi = 2062,5 Kkal + 500 Kkal
= 2562,5 Kkal 
Kebutuhan zat gizi :
o Protein = 0,8 g/kg BB 
= 0,8 x 47 kg 
= 37,6 g 
= 150,4 Kkal
o Lemak = 25% x TE 
= 20% x 2562,5 Kkal 
= 640,6 Kkal 
= 71,58 g
o Lemak jenuh = 10% x TE 
= 10% x 2562,5 Kkal 
= 256,25 Kkal 
= 28,5 g
o Lemak tak jenuh = 15% x TE 
= 15% x 2562,5 Kkal 
= 384,38 Kkal
= 42,7 g
o Kh = TE – ( TL + TP )
= 2562,5 Kkal – ( 640,6 Kkal + 150,4 Kkal
= 1771,485 Kkal 
= 442,87 g

Kebutuhan tiap proporsi :
1) Pagi 30% x 2562,5 Kkal = 768,75 Kkal
o Protein = 30% x 150,4 Kkal = 45,12 Kkal = 11,28 gram
o Lemak = 25% x 768,75 Kkal = 192,18 Kkal = 21,35 gram
o Kh = 768,75 – (45,12 + 192,18) Kkal
= 531,45 Kkal
= 132,8 g
2) Siang 35% x 2562,5 Kkal = 896,875 Kkal
o Protein = 35% x 150,4 Kkal = 52,64 Kkal = 13,16 gram
o Lemak = 25% x 896,875 Kkal = 313,9 Kkal = 34,89 gram
o Kh = 896,875 Kkal – (52,64 + 313,9) Kkal
= 1536,34 Kkal
= 132,5 g
3) Malam 35% x 2562,5 Kkal = 896,875 Kkal
o Protein = 35% x 150,4 Kkal = 52,64 Kkal = 13,16 gram
o Lemak = 25% x 896,875 Kkal = 313,9 Kkal = 34,89 gram
o Kh = 896,875 Kkal – (52,64 + 313,9) Kkal
= 1536,34 Kkal
= 132,5 g
 Edukasi :þ
– Penjelasan mengenai Decomensatio Cordis Khronis
– Penjelasan mengenai diit jantung
– Perubahan pola makan
 Parameter yang dimonitor :þ
– Asupan makan per hari
– Perubahan BB
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis

IMPLEMENTASI
1) Penyusunan Menu Sehari
2) Rencana Konsultasi Gizi
a. Masalah Gizi : Decomensatio Cordis Khronis
b. Materi : 
o Pengertian Decomensatio Cordis Khronis
o Diit Jantung II
o Contoh menu yang seimbang 
c. Tujuan :
Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan, klien dan keluarga mengenali, mengerti dan mampu membuat keputusan yaang benar dalam mengatasi masalah Decomensatio Cordis Khronis
Tujuan khusus :
o Memberikan dukungan dan nasehat yang positif serta menghindari terjadinya kecemasan
o Memberikan motivasi kepada pasien
o Memberikan penjelasan tentang pola makan sehat dan seimbang
d. Sasaran : Pasien dan keluarga
e. Waktu : 25 menit
f. Metode : Konsultasi dan tanya jawab
g. Media : Leaflet tentang Decomensatio Cordis Khronis, food model
h. Tempat : Poli Gizi RS

G. MONITORING DAN EVALUASI
a. Monitoring
– Asupan makan per hari
– Perubahan BB
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis
b. Evaluasi 
– Adakah perubahan asupan makan per hari ?
– Adakah perubahan BB ?
– Adakah perubahan hasil laboratorium ?
– Adakah perubahan fisik klinis ?

H. REKOMENDASI
Perlu ditekankan mengenai perilaku konsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta teratur, mengubah kebiasaan makan yang salah, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung lemak serta menaikkan BB ke arah BB normal. 

KASUS 2 DISLIPIDEMIA

C. IDENTITAS PASIEN
Nama : Nr
Usia : 39 th
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Diagnosa : Dislipidemia dan Hipertensi

B. SKRINING GIZI
No Indikator Keterangan
1. Perubahan berat badan +
2. Nafsu makan berkurang –
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleransi zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enteral / parenteral –
9. Serum albumin darah –

I. NUTRITION ASSESSMENT
Antropometri U = 39 th
BB dahulu = 79 kg
BB sekarang = 75 kg
TB = 171 cm
BBI = (TB – 100) – 10% (TB – 100) x 1 kg
= (171 – 100) – 10% (TB – 100) x 1 kg
= (71 – 7,1) x 1 kg
= 63,9 kg 
IMT = 25,9 

Status Gizi Lebih / obes 1 (normal = 18,5 – 22,9)
Hasil 
 HB : 14 g/dl, normal¯Laboratorium
 Kolesterol : 290 mg%, tinggi (normal =¯ <200 mg%)
Hiperkolesterolemia
 Trigliserida : 280 mg%, tinggi (normal =¯ <150 mg%)
Hipertrigliserida
 LDL : 250 mg %, tinggi (normal =¯ <150 mg%)
Hiperlipoproteinemia
 HDL : 50 mg%, normal¯
 Tensi = 150/90 mmHg, tinggi (normal = 130/80 mmHg)¯Fisik Klinis  
Hipertensi

 Pasien berusaha untuk mematuhi diet yang sudah dianjurkan¯Riwayat Makan
 Pasien sering menghadiri jamuan makan bersama rekan kerjanya¯
 Konsumsi sehari sudah mendekati diet yang dianjurkan¯
 Dahulu Pasien sering mengkonsumsi Alkohol dan perokok berat¯
Riwayat Penyakit Dahulu Ayahnya meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun
Status Ekonomi Manajer sebuah perusahaan

J. NUTRITION DIAGNOSIS
Domain Problem Etiologi Sign / symptoms
NC-3.3 Berat badan lebih Kelebihan intake energi IMT = 25,9
 Kolesterol : 290 mg%¯NI-51.2 Intake lemak berlebih Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi
 Trigliserida : 280 mg%¯
 LDL : 250 mg %¯
 Hiperlipidemia¯NI-5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi Perubahan metabolisme / regulasi kolesterol
 Hipertensi¯ 

E. NUTRITION INTERVENTION 
PLANNING
 Jenis Diet : – Diet Dislipidemia tahap IIþ
– Diet Rendah Kalori Seimbang
– DRG II
 Route : Oralþ
 Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali selinganþ
 Bentuk Makanan : Biasaþ
 Tujuan Diet :þ
7) Menurunkan BB ke arah BB normal
8) Mengubah jenis dan asupan lemak makanan
9) Menurunkan asupan kolesterol makanan
10) Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat sederhana
11) Mencapai pola makan yang sehat dengan perubahan perilaku makan secara berangsur menuju perubahan permanen
12) Menormalkan kadar kolsterol, trigliserida, dan LDL
13) Membantu menghilangkan retensi garam/air dalam jaringan tubuh
14) Menurunkan tekanan darah
15) Meningkatkan derajat secara keseluruhan melalui gizi optimal

 Syarat Prinsip Diet :þ
1) Energi rendah, diberikan 2588,63 Kkal untuk menurunkan BB
2) Protein cukup, diberikan 20 % 
3) Lemak sedang, diberikan 20% dari kebutuhan energy total
4) Lemak Jenuh 5 % dari kebutuhan energy total
5) Lemak tak jenuh ganda dan tunnggal 15 % dari kebutuhan energy total
6) Kolesterol <200 mg 
7) Karbohidrat sedang, diberikan 60 % dari kebutuhan energy total
8) Serat tinggi, terutama serat larut air
9) Vitamin dan mineral cukup 
10) Pilih bahann makanan sumber KH kompleks untuk memberi rasa kenyang lebih lama
11) Jumlah natrium 600 – 800 mg
12) Pada pengolahan makanan boleh ditambahkan garam dapur ½ sdt (2 gram)
13) Menghindari bahan makanan tinggi natrium
 Perhitungan Kebutuhan Energiþ
Faktor aktivitas = 1,3
Faktor stress = 1,3

BMR = 66,5 + (13,7 x BBI) + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66,5 + (13,7 x 63,9 kg) + (5 x 171 cm) – (6,8 x 39 th)
= 66,5 + 875,43 + 855 – 265,2
= 1531,73 Kkal

Total energi = BMR x F. aktivitas x F. Stress
= 1531,73 Kkal x 1,3 x 1,3
= 2588,63 Kkal 

Kebutuhan zat gizi :
o Protein = 20% x TE = 12% x 2588,63 Kkal = 517,726 Kkal = 129,43 g
o Lemak = 20% x TE = 20% x 2588,63 Kkal = 517,9 Kkal = 57,53 g
o Lemak jenuh = 5% x TE = 5% x 2588,63 Kkal = 129,43 Kkal = 14,38 g
o Lemak tak jenuh = 15% x TE = 15% x 2588,63 Kkal = 388,29 Kkal= 43,15 g
o Kh = 60% x TE = 68% x 2588,63 Kkal = 1553,18 Kkal = 388,29 g 
Kebutuhan tiap proporsi :
1) Pagi 30% x 2588,63 Kkal = 776,59 Kkal
o Protein = 12% x 776,59 Kkal = 155,3 Kkal = 38,8 gram
o Lemak = 20% x 776,59 Kkal = 155,3 Kkal = 17,3 gram
o Kh = 68% x 776,59 Kkal = 465,954 Kkal = 116,49 gram
2) Siang 35% x 2588,63 Kkal = 906,02 Kkal
o Protein = 12% x 906,02 Kkal = 181,2Kkal = 45,3 gram
o Lemak = 20% x 906,02 Kkal = 181,2 Kkal = 20,14 gram
o Kh = 68% x 906,02 Kkal = 13,9 Kkal = 135,9 gram
3) Malam 35% x 2588,63 Kkal = 906,02 Kkal
o Protein = 12% x 906,02 Kkal = 181,2Kkal = 45,3 gram
o Lemak = 20% x 906,02 Kkal = 181,2 Kkal = 20,14 gram
o Kh = 68% x 906,02 Kkal = 13,9 Kkal = 135,9 gram 
Edukasi :
– Penjelasan mengenai dislipidemia
– Penjelasan mengenai diit yang sesuai
– Perubahan perilaku makan
Parameter yang dimonitor :
– Asupan makan per hari
– Perubahan BB
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis

IMPLEMENTASI
3) Penyusunan Menu Sehari
4) Rencana Konsultasi Gizi
a. Masalah Gizi : Dislipidemia, Hipertensi
b. Materi : 
o Pengertian Dislipidemia
o Diit Dislipidemia tahap 1, DRG II
o Contoh menu yang seimbang 

c. Tujuan :
Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan, klien dan keluarga mengenali, mengerti dan mampu membuat keputusan yaang benar dalam mengatasi masalah Dislipidemia dan Hipertensi
Tujuan khusus :
o Memberikan dukungan dan nasehat yang positif serta menghindari terjadinya kecemasan
o Memberikan motivasi kepada pasien
o Memberikan penjelasan tentang pola makan sehat dan seimbang
d. Sasaran : Pasien dan keluarga
e. Waktu : 25 menit
f. Metode : Konsultasi dan tanya jawab
g. Media : Leaflet tentang Diabetes Melitus, food model
h. Tempat : Poli Gizi RS

K. MONITORING DAN EVALUASI
a. Monitoring
– Asupan makan per hari
– Perubahan BB
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis
b. Evaluasi 
– Adakah perubahan asupan makan per hari ?
– Adakah perubahan BB ?
– Adakah perubahan hasil laboratorium ?
– Adakah perubahan fisik klinis ?

L. REKOMENDASI
Perlu ditekankan mengenai perilaku konsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta teratur, mengubah kebiasaan makan yang salah, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung lemak serta menurunkan BB ke arah BB normal. 

KASUS 4 ”KANKER”

D. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn MD
Usia : 60 th
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Diagnosa : Tumor benigna dan Hipertensi

B. SKRINING GIZI
No Indikator Keterangan
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang –
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleransi zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enteral / parenteral +
9. Serum albumin darah –

M. NUTRITION ASSESSMENT
Antropometri U = 60 th
BB dahulu = 60 kg
TB = 164 cm
BBI = (TB – 100) – 10% (TB – 100) x 1 kg
= (164 – 100) – 10% (TB – 100) x 1 kg
= (64 – 6,4) x 1 kg
= 57,6 kg 
IMT = 22,38

Status Gizi Normal (normal = 18,5 – 22,9)
Hasil 
Laboratorium HB : 8,9 g/dl, rendah (nrmal = 13-16 g/dl)
Kreatinin : 0,54 mg/dl , normal (normal : < 1,5 mg/dl
USG : Terjadi pembengkakan prostat, hasil biopsi terdapat massa tumor benigna pada prostat
Fisik Klinis Tensi = 140/70 mmHg, tinggi (normal = 130/80 mmHg) 
Hipertensi
Suhu = 37,5 °C
nadi = 88 x/mnt

Riwayat Makan infuse dextrose 5% 2 plabot/hr
Riwayat Penyakit Dahulu –

N. NUTRITION DIAGNOSIS
Domain Problem Etiologi Sign / symptoms
NI-55.1 Intake mineral tidak adekuat Kurangnya akses terhadap makanan yang mengandung Fe Hb = 8,9 g/dl
NI-1.1 Peningkatan kebutuhan energy Infection Panas 
Suhu 37,5 0C 
 Kurangnya pengetahuan tentang status penyakit yang membutuhkan pembatasan mineral (Na0 Hipertensi (140/70 mmHg)¯NI –55.2 Penurunan kebutuhan zat gizi kebutuhan zat gizi Intake mineral Na lebih

E. NUTRITION INTERVENTION 
PLANNING
 Jenis Diet : Diet kanker, DRG IIþ
 Route : Oralþ
 Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali selinganþ
 Bentuk Makanan : Makanan lunakþ
 Tujuan Diet :þ
16) Mempertahankan BB agar tetap normal
17) Mengurangi dan asupan lemak makanan
18) Menurunkan asupan kolesterol makanan
19) Menormalkan kadar Hb darah
20) Membantu menghilangkan retensi garam/air dalam jaringan tubuh
21) Menurunkan tekanan darah
22) Meningkatkan derajat secara keseluruhan melalui gizi optimal

 Syarat Prinsip Diet :þ
1) Energi tinggi, yaitu 36 kkal/kg BB untuk laki0laki dan 32 kkal untuk perempuan
2) Protein cukup, diberikan 20 % 
3) Lemak sedang, diberikan 20% dari kebutuhan energy total
4) Karbohidrat sedang, diberikan 60 % dari kebutuhan energy total
5) Vitamin dan mineral terutama vitamin yang mengandung anti oksidan (vit A,C dan E, selenium) 
6) Menghindari makanan penyebab kanker (MSG, nitrit,dll)
7) Jumlah natrium 600 – 800 mg
8) Pada pengolahan makanan boleh ditambahkan garam dapur ½ sdt (2 gram)
9) Menghindari bahan makanan tinggi natrium
 Perhitungan Kebutuhan Energiþ
Faktor aktivitas = 1,3
Faktor stress = 1,76

BMR = 66,5 + (13,7 x BBI) + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66,5 + (13,7 x 57,6 kg) + (5 x 164 cm) – (6,8 x 60 th)
= 66,5 + 789,12 + 820 – 408
= 1267,62 Kkal

Total energi = BMR x F. aktivitas x F. Stress
= 1267,62 Kkal x 1,3 x 1,76
= 2719,04 Kkal 

Kebutuhan zat gizi :
o Protein = 20% x TE = 20% x 2719,04 Kkal = 543,8 Kkal = 135,95 g
o Lemak = 20% x TE = 20% x 2719,04 Kkal = 543,8 Kkal = 60,42 g
o Kh = 60% x TE = 60% x 2719,04 Kkal = 1631,42 Kkal = 407,85 g 
Kebutuhan tiap proporsi :
1) Pagi 30% x 2719,04 Kkal = 815,71 Kkal
o Protein = 30% x 543,8 Kkal = 155,3 Kkal = 40,78 gram
o Lemak = 30% x 543,8 Kkal = 163,14 Kkal = 18,12 gram
o Kh = 30% x 1631,42 Kkal = 465,954 Kkal = 116,49 gram
2) Siang 35% x 2719,04 Kkal = 951,66 Kkal
o Protein = 35% x 543,8 Kkal = 190,33 Kkal = 47,58 gram
o Lemak = 35% x 543,8 Kkal = 190,33 Kkal = 21,14 gram
o Kh = 35% x 1631,42 Kkal = 570,99 Kkal = 142,74 gram
3) Siang 35% x 2719,04 Kkal = 951,66 Kkal
o Protein = 35% x 543,8 Kkal = 190,33 Kkal = 47,58 gram
o Lemak = 35% x 543,8 Kkal = 190,33 Kkal = 21,14 gram
o Kh = 35% x 1631,42 Kkal = 570,99 Kkal = 142,74 gram
Edukasi :
– Penjelasan mengenai kanker
– Penjelasan mengenai diit yang sesuai
– Perubahan perilaku makan
Parameter yang dimonitor :
– Asupan makan per hari
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis

IMPLEMENTASI
5) Penyusunan Menu Sehari
Waktu Menu Bhn Makanan Brt (gr) URT E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr)
PAGI Nasi tim ayam beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl. 07.00 daging ayam 75 1 ptg sdg 225,5 `13,65 18,75 0
Bening bayam Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Bayam 25 9 0.88 0.13 1.625
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Tahu kukus Tahu 75 1 ptg sdg 51 5.85 3.45 1.2
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
Selingan Puding buah agar-agar 3 1 sdt 0 0 0 0.03
pkl.10.00 Mangga 100 1 ptg sdg 63 0.5 0,2 16,7

SIANG Nasi tim beras giling 125 1 gls 450 8,5 0.875 98,625
pkl.12.30 Pepes ikan mas Ikan mas 100 1 ekor 86 16 2 0
Tumis orak-arik tahu Tahu 50 1 ptg sdg 34 3.9 2.3 0.8
Buncis 25 8.75 0.6 0.05 1.325
Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Gula pasir 5 1/2 sdm 18.2 0 0 4.7
Jus apel Apel 100 1 bh 43 0.5 0 12.2
gula pasir 10 1 sdm 36.4 0 0 9.4

Selingan Sup buah Semangka 50 1 ptg 42 0.75 0.3 10.35
pkl. 16.00 Melon 50 1 ptg 36.4 0 0 9.4
Apel 50 1 ptg 42.5 0.45 3.25 3.83

MALAM Nasi tim beras giling 125 1 gls 450 8,5 0.875 98,625
pkl. 19.00 Tumis orak-arik tempe Telur 75 1 btr 121,5 9,6 8,625 0.7
Tempe 50 2 ptg 74,5 9,15 4 6,35
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Ca sawi Wortel 25 1/2 sdt 18 0.015 0,25 0.1
Sawi 25 5.5 0.575 0.075 1
minyak sayur 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
TOTAL SEHARI 2689.7 129.9 58.6 415.7
PERSENTASE 98.92% 95.54% 96.98% 101.92%

6) Rencana Konsultasi Gizi
a. Masalah Gizi : Kanker, Hipertensi
b. Materi : 
o Pengertian Kanker
o Diit Kanker, DRG 
o Contoh menu yang seimbang 

c. Tujuan :
Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan, klien dan keluarga mengenali, mengerti dan mampu membuat keputusan yaang benar dalam mengatasi masalah Dislipidemia dan Hipertensi
Tujuan khusus :
o Memberikan dukungan dan nasehat yang positif serta menghindari terjadinya kecemasan
o Memberikan motivasi kepada pasien
o Memberikan penjelasan tentang pola makan sehat dan seimbang
d. Sasaran : Pasien dan keluarga
e. Waktu : 25 menit
f. Metode : Konsultasi dan tanya jawab
g. Media : Leaflet tentang Kanker, food model
h. Tempat : Poli Gizi RS

O. MONITORING DAN EVALUASI
a. Monitoring
– Asupan makan per hari
– Perubahan hasil laboratorium
– Perubahan fisik klinis
b. Evaluasi 
– Adakah perubahan asupan makan per hari ?
– Adakah perubahan BB ?
– Adakah perubahan hasil laboratorium ?
– Adakah perubahan fisik klinis ?
– Adakah perubahan keluhan ?
P. REKOMENDASI
Perlu ditekankan mengenai perilaku konsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta teratur, mengubah kebiasaan makan yang salah, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung lemak dan makanan yang dapat memicu pertumbuhan kanker

Bapak Ali umur 49 tahun, TB 170 cm, BB 90 kg. Mengeluh berat badan semakin meningkat, mudah tersinggung, sakit dipersendian siku dan kaki. Keluhan ini dirasakan mula-mula setahun 2 kali, kemudian datang setiap bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 14 g/dl, asam urat darah 1 mg/dl, cholesterol 250 mg/dl, trigleserid 79,6 mg/dl. Obat yang diberikan uricosuric. Susun rencana pelayanan terapi diet untuk bapak Ali.

A. Identitas Pasien
Nama : Bapak Ali
Umur : 49 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki 
Diagnosis : Asam urat
B. Screening Gizi
NO. INDIKATOR Keterangan
1. Perubahan berat badan +
2. Nafsu makan berkurang –
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual , muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleran zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enternal / parental –
9. Serum albumin darah –

C. Nutrition Assesment
ANTROPOMETRI BB : 90 kg
TB :170 cm
Umur : 49 tahun
IMT = (90 kg : (1,70 m ²))
= (90 kg : 2,89 m)
= 31,14 (Status gizi obes) 
BIOKIMIA a. Trigliserida 79,6 mg/dl (N: 40-155 mg/dl)
b. Hb 14 g/dl (N: 12-14 mg/dl)
c. Cholesterol 250 mg/dl (N: < 200 mg/dl)
d. asam urat darah 11 mg/dl (N: 3,4 – 7 mg/dl)
FISIK KLINIS Mengeluh berat badan semakin meningkat, mudah tersinggung, sakit dipersendian siku dan kaki
DIETARY HISTORY –
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Keluhan ini dirasakan mula-mula setahun 2 kali, kemudian dating setiap bulan

D. Nutrition Diagnosis
DOMAIN PROBLEM ETIOLOGY SIGN / SYMPTOM

NC-3.3 Berat badan berlebih Peningkatan stress psikologis IMT = 31,14 
Status gizi lebih (obes)
NI-5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi (lemak) Disfungsi ginjal / renal Cholesterol 250 mg/dl
Trigliserida 165 mg/dl

E. Nutrition Intervention – Planning
a. Jenis Diet : Rendah purin
b. Bentuk : Biasa
c. Route : Oral
d. Jadwal makan : 3 kali makan utama dan 2 kali makan selingan
e. Tujuan Diet :
– Menurunkan BB agar mencapai BB normal
– Menurunkan kadar asam urat darah dan urin
f. Syarat diet :
1. Energy sesuai kebutuhan tubuh
2. Energy dikurangi 400 kkal karena obesitas
3. Protein cukup, 1-1,2 g/kg BB atau 10-15% dari kebutuhan energy
4. Lemak rendah yaitu <20% dari kebutuhan energy total
5. Karbohidrat 65-70% dari kebutuhan energy total, dianjurkan menggunakan karbohidrat kompleks
6. Vitamin dan mineral cukup, sesuai dengan kebutuhan
7. Cairan disesuaikan dengan urin yang keluar setiap hari (rata-rata yang dibutuhkan sehari 2-2,5 liter /hari)
8. Menghindari bahan makanan yang mengandung purin > 150 mg (spt otak, jeroan, ekstra daging, bebek, ikan sarden, makarel, remis, kerang)
9. Makanan berbentuk biasa (3 kali makan utama dan 2 kali selingan)
10. Makanan bergizi dan beranekaragam
g. Perhitungan Kebutuhan Energi
BMR = BB x 24 jam x 1 kkal
= 90 x 24 jam x 1 kkal = 2160 kkal
Koreksi tidur = BB x 8 jam x 0,1 kkal
= 90 x 8 jam x 0,1 kkal = 72 kkal
= 2088 kkal
Aktifitas = 50% x 2088 kkal = 1044 kkal
= 3132 kkal
SDA = 10 % x 3132 kkal = 313,2 kkal
Total kebutuhan energy = 3445,2 kkal
Pengurangan kebutuhan 500 kkal = 3445,2 – 500 kkal
= 2945,2 kkal
Kebutuhan Energy total sebesar 2945,2 kkal 
h. Penyusunan menu sehari (terlampir)
i. Rencana Konsultasi Gizi
 Masalah Gizi : Asam urat¶
 Materi :¶
– Pengertian mengenai Asam urat
– Diit khusus untuk Asam urat (bahan makanan yang dihindari dan dianjurkan)
– Contoh menu seimbang penyakit Asam urat
 Tujuan:¶ 
Memberi pengetahuan dan penjelasan tentang masalah gizi yang diderita klien dan masalah asam urat. Agar Klien dapat mengerti pentingnya diet yang harus dijalani. Dan pentingnya pola makan yang benar untuk pasien.
 Sasaran : Pasien dan keluarga¶
 Waktu : 20 menit¶
 Metode : Konsultasi dan tanya jawab secara langsung¶
 Media : leaflet, food model, brosur¶
 Tempat : poligizi¶ 
F. Monitoring dan Evaluasi
Parameter :
a) Perubahan BB menjadi BB normal
b) Asupan makanan perhari terutama asupan energy dan protein
c) Perubahan gejala yang diderita
d) Perubahan keadaan biokimia
e) Keadaan klinis

Evaluasi :
a) Apakah ada penurunan BB?
b) Apakah asupan makanan terutama energy dan protein sudah sesuai kebutuhan?
c) Apakah ada perubahan gejala yang diderita?
d) Apakah ada perkembangan keadaan klinis?
e) Apakah ada perkembangan keadaan biokimia ?
f) Bagaimana kepatuhan pasien terhadap diet yang diberikan?

G. Rekomendasi 
Makanan untuk penderita asam urat sebaiknya dalam bentuk biasa yang cukup karbohidrat, rendah lemak, protein cukup, selain itu ada penjelasan mengenai pola makan yang sehat dan bahan makanan yang dianjurkan untuk pasien dan perlu ditekankan mengenai perilaku pasien dalam menjalankan diet agar tercapai tujuan dari diet tersebut.

Study Kasus

A. Identitas Pasien

Nama : Nyonya Suti
Umur : 51 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan ()
BB : 52 kg
TB : 150 cm
Diagnosis : DM Tipe II + Ht St 1 + CKD st 5

B. Screening Gizi
NO. INDIKATOR TANDA
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang –
3. Kesulitan mengunyah / menelan v
4. Mual , muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleran zat gizi –
7. Diet khusus v
8. Enternal / parental –
9. Serum albumin darah –

C. Nutrition Assesment
Antropometri BB : 52 kg
TB : 150 cm
Umur : 51 tahun 
Status gizi : 
– BBI : (TB – 100) – 10 %
: (150-100) – 5,0
: 45
– IMT : 

Normal (18,0 – 25,0)
 NormalèPasien termasuk
 tinggièBiokimia a. Tekanan Darah 130/86 mmHg
Normal 120 / 80 mmHg
b. Trombosit 435.000 ml
Normal 150.000 – 450.000 ml
c. Leukosit 8000 ml 
Normal 4000-10.000 ml
 rendahèd. Hematokrit 21,1 %
Normal 36 – 46 %
 rendahèe. Haemoglobin (Hb) 7,4
Normal Hb : 13,0 – 17,0 gr/dl
f. Albumin 3,8 gr/dl
Normal : 3,0 – 5,2 g/dl
 rendahèg. SGOT 26 IU/L, SGPT 22 IU/L
Normal SGOT & SGPT : < 40 IU/l
 tinggièh. Ureum darah 104,7 mg/dL
Normal 17 – 43 mg/dL
 rendahèi. Nadi 84 x/menit
Normal 90 – 110 x/menit
Fisik Klinis a. Badan lemas
b. Keadaan umum baik
c. Kesulitan mengunyah karena gigi banyak yang tanggal

Dietary History a. Pola makan 2 x sehari dengan makanan pokok nasi, lauk pauk yang biasa dikonsumsi yaitu tahu, tempe dan telur. 
b. Pasien mengonsumsi buah-buahan 2-3 x seminggu. 
c. Pasien tidak mengonsumsi jerohan serta makanan atau minuman yang manis.
d. Pasien tidak suka ngemil 
e. Pasien tidak ada alergi
Dietary Disease – Riwayat orang tua yang menderita DM.
Social –

D. Nutrition Diagnosis
Domain Problem Etiology Sign / Symptom
NI -1.4 Intake Energi tidak mencukupi Disebabkan factor patologis dan fisiologis yang menghasilkan peningkatan kebutuhan energi atau penurunan kemampuan untuk mengonsumsi energi secara mutlak. Dibuktikan dengan keadaan pasien yang lemas.
NI-4.2 Kelebihan intake substansi bioaktif Pengetahuan yang rendah terhadap makanan dan zat gizi Dibuktikan dengan meningkatnya tekanan darah pasien : 130/86 mmHg dari keadaan normal.

NC-1.2 Kesulitan mengunyah Factor yang bersama-sama menyumbang keberadaan atau mempertahankan kondisi patologis, psikososial, situasional, development, cultural dan problem lingkungan seperti Craniofacial malformations. Dibuktikan dengan gejala klinik pasien yaitu gigi banyak yang tanggal.

NB-1.5 Pola Gangguan Makan Factor yang bersama-sama menyumbang keberadaan yang lebih identik dengan keadaan genetic. Dibuktikan dengan data biokimia yaitu Hb pasien rendah sehingga mudah lemas.

E. Nutrition Intervention – Planning
Prinsip Keterangan
Terapi Diit Diit DM B
Bentuk Makanan Makanan Lunak
Route Oral 
Tujuan Diit – Tujuan Umum
1. Mempertahankan kadar glukosa darah agar mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin.
2. Memberikan intervensi gizi secara tepat dengan mempertimabangkan seluruh aspek dukungan gizi pada semua tahap.
3. Mencapai dan mempertahankan berat badan serta komposisi tubuh yang diharapkan.
4. Memenuhi kebutuhan energi dan semua zat gizi.
5. Mendorong perilaku sehat dalam menerapkan diet, olahraga dan relaksasi.
– Tujuan Khusus
1. Mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
2. Memberikan makanan seimbang sesuai dengan keadaan tubuh dan daya terima.
3. Mencegah penurunan berat badan yang berlebihan.
4. Menormalkan semua data biokimia pasien.
5. Memperbaiki pola makan dan kebiasaan makan pasien.

Syarat Diet 1. Energi tinggi, pada perhitungan diperhatikan factor stress, aktivitas fisik.
2. Protein tinggi yaitu 12%/kalori/hari untuk memelihara dan mengganti jaringan sel tubuh yang rusak.
3. Lemak cukup , yaitu 20 % dari kebutuhan energi total.
4. Kebutuhan karbohidrat adalah sebanyak sisa kebutuhan energi total yaitu 68 %.
5. Serat yang cukup , dan mudah di cerna.
6. Cairan dan elektrolit cukup.
7. Makanan di berikan dalam 3 kali makan, 3 kali selingan.
8. Menghindari makanan yang merangsang pencernaan.

= Penghitungan Kebutuhan =

Harris – Benedict
Total Energi = BMR x Aktivitas x F.Stress

BEE = 665 + (9,6 x 45 kg) + (1,7 x 150 cm) – (4,7 x 51 tahun)
= 665 + (432 + 255 – 239,7) 
= 1112,3 kalori

TEE = 1112,3 x 1,2 x 1,2
= 1601,712 kalori

Pembagian Kalori :

Edukasi 
Menjelaskan mengenai Hipertensi
Menjelaskan factor-faktor resiko yang menyebabkan penyakit hipertensi
Menjelaskan mengeni makanan yang tepat, makanan yang di anjurkan dan tidak dianjurkan.
Memperbaiki dan mengubah perilaku konsumsi makanan.

Parameter
Asupan makanan per hari
Perubahan berat badan 
Perubahan perilaku konsumsi makanan
Perubahan kesehatan 

F. Nutrition Implementation
1. Penyusunan Menu 

2. Konsultasi 
Sasaran : Keluarga / Orang tua
Tujuan : Keluarga mengetahui diet yang akan dilakukan untuk pasien (ibu/isteri) serta keluarga mengetahui makanan bergizi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan.
Materi : Diit DM, Pengertian DM, Faktor-faktor penyebab DM, dan pola gizi seimbang.
Metode : Konsultasi
Alat / Media : Leaflet DM, Leaflet Diit DM, Leaflet kebutuhan gizi seimbang.
Waktu : 15 menit
Tempat : Poliklinik Asuhan Gizi 

Monitorin Asupan makanan
Perubahan berat badan 
Perubahan gejala klinis
Perubahan perilaku konsumsi makanan
Perubahan kesehatan
Evaluation Apakah asupan kalori dan protein sesuai dengan kebutuhan ?
Apakah ada perubahan pada biokimia 
pasien ?
Apakah keadaan klinis sudah semakin membaik ?
G. Monitoring and Evaluation
H. Rekomendasi
Recommendation Perlu di tekankan untuk mengatur pola makanan, memilih makanan bergizi, mengubah kebiasaan makan yang kurang baik dan pentingnya menjaga berat badan menuju normal serta perlu di tekankan agar menghindari makanan yang meyebabkan penurunan fungsi tubuh. Serta di anjurkan pula untuk mengonsumsi makanan yang cukup serat, cukup cairan , dan elektrolit. 

Kasus 3
Bapak Ali, Umur 49 tahun, TB 170 cm, BB 90 kg. Mengeluh berat badan semakin meningkat, mudah tersinggung, sakit dipersendian siku dan kaki. Keluhan ini dirasakan mula-mula setahun 2 kali, kemudian keluhan datang setiap bulan. Hasil pemeriksaan laboraturium Hb 14 g/dl, asam urat darah 11 mg/dl, cholesterol total 250 mg/dl, trigleserid 79,6 mg/dl, obat yang diberikan uricosuric.

A. Identitas
Nama : Tn. Ali
Umur : 49 tahun
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Diagnosa : Asam Urat

B. Nutrition Assesment
Antropometri TB : 170 cm
BB :90 kg
IMT : 
Status Gizi Tuan Jk adalah Gizi Lebih
BBI : (TB – 100)- 10 %
: ( 170 – 100 ) – 7
: 63 kg
 n:13-16 g/dlàBiokimia Hb : 14 mg/dl,
asam urat darah 11 mg/dl 
àcholesterol total 250 mg/dl  <200 mg/dl
 40-115 mg/dlàtrigleserid 79,6 mg/dl
Fisik Klinis Mengeluh berat badan semakin meningkat, mudah tersinggung, sakit dipersendian siku dan kaki. Keluhan ini dirasakan mula-mula setahun 2 kali, kemudian keluhan datang setiap bulan.
Riwayat Makan –
Riwayat Penyakit –

C. Nutrition Diagnosis
Domain Problem Etiologi Sign/symptoms
NI.1-5 Kelebihan Intake Energi Kurangnya Pengetahuan tentang makanan dan gizi IMT : 31,14

D. Nutrition Intervention
1. Planning
a. Jenis Diet : Diit Rendah Purin
b. Route : Oral
c. Frekuensi : 3 x makanan utama , 2 x selingan
d. Bentuk Makanan : makanan biasa
e. Tujuan Diit
Menurunkan dan Mencegah Penambahan berat badan
Memperbaiki Keadaan Klinis Pasien
Menurunkan Kadar Kolesterol Pasien

f. Syarat Prinsip Diit
Menghindari atau membatasi makanan tinggi purin
Tinggi Karbohidrat
Lemak Rendah
Mengurangi konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian 
Mengurangi sayuran hijau seperti bayam dan singkong

g. kebutuhan Energi
BMR = 66 + (13,7 x 90) + (5 x 170) – (6,8 x 49)
= 66 + 1233 + 850 – 333,2
= 1815,8 kkal
Faktor aktivitas dan faktor stress = 1815,8 kkal x 1,3 x 1,3
= 3068,70 kkal
Pengurangan menurut umur = 3% x 3068,70 kkal
= 92,06 kkal
BMR = 3068,7 kkal – 92,06 kkal = 2976,6 kkal
Pengurangan kalori = 2976,6 kkal – 500 kkal = 2476,64 kkal
Kebutuhan kalori selama sehari adalah 2476,64 kkal

Kebutuhan Energi Tuan S dalam 1 hari adalah 2476,64 kkal
Energi : 2476,64 kkal
Pagi = 30 % x 2476,64 kkal = 742,99 kkal
Siang = 35 % x 2476,64 kkal = 866,82 kkal
Malam = 35 % x 2476,64 kkal = 866,82 kkal
Protein = 15 % x 2476,64 kkal = 371,49 kkal = 92,87 gram
Pagi = 30 % x 92,87gram = 27,86 gram
Siang = 35 % x 92,87gram = 32,50 gram
Malam = 35 % x 92,87gram = 32.50 gram
Lemak = 20 % x 2476,64 kkal = 495,32 kkal = 55,03 gram
Pagi = 30 % x 55,03 gram = 16,5 gram
Siang = 35 % x 55,03 gram = 19,26 gram
Malam = 35 % x 55,03 gram = 19,26 gram
KH= 65 % x 2476,64 kkal = 1609,81 kkal= 402,45 gram
Pagi = 30% x 402,45 gram = 120,73 gram
Siang = 35% x 402,45 gram = 140,85 gram
Malam = 35% x 402,45 gram = 140,85 gram

h. Edukasi
Menjelaskan Mengenai Gout
Penjelasan mengenai Diit Rendah Purin
Menjelaskan mengenai pola konsumsi gizi seimbanng

i. Parameter yang dimonitor
Asupan makan per-hari
Keadaan Klinis.(sakit di persendian)
Berat Badan menuju Ideal
Perubahan data biokimia (kolesterol )

2. Implementasi
a. Penyusunan menu sehari
b. Rencana Konsultasi Gizi
Masalah Gizi : Gout dan Diit Rendah Purin
Materi
o Penjelasan Mengenai Gout
o Diit Rendah Purin
o Contoh menu seimbang dan penjelasan tetntang makanan yang banyak mengandung purin.
Tujuan 
Memberi pengetahuan dan penjelasan tentang masalah gizi yang diderita klien. Agar Klien dapat mengerti pentingnya diet yang dijalani. Dan pentingnya pola makan yang benar.
Sasaran : Pasien dan keluarga
Waktu : 30 menit
Metode : Konsultasi dan tanya jawab
Media : food Model dan leaflet
Tempat : poligizi

E. Monitoring dan Evaluasi
1. Asupan makan/ hari
2. Aktivitas dan kondisi klinis Klien
3. Data Biokimia, HB
4. Perubahan pola makan

F. Rekomendasi
Diberikan penjelasan tentang kebutuhan kalori klien. Asupan harus seimbang dengan kebutuhan. Agar berat badan dapat berkurang sehingga mendekati BB ideal. Mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung Purin.

HAMIL
3. Della, seorang ibu hamil, umur 27 tahun, BB 60 Kg (sebelum hamil), dan TB 165 cm. Ibu Della adalah karyawan Bank Universal, hamil anak ke 2 dengan umur kehamilan 9 bulan. Hasil pemeriksaan kehamilan : BB ada penambahan 12 Kg, Hb 12 g%, tensi 150/100 mmHg, gula darah sesaat 100 mg/dl. Ibu Della mengeluh pusing dan kadang-kadang mual, kaki bengkak. Anamnase diet : sehari makan 3x, suka ngemil makanan asin seperti crackers, kripik singkong asin, dll, kurang suka buah dan sayur. Ibu Della alergi telur dan coklat. Hitung kebutuhan zat gizinya dan susun menu seharinya.

G. Identitas
Nama : Ibu Della
Umur : 27 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Diagnosa : Preeklamsia

H. Skrining Gizi
No Indikator 
1 Perubahan Berat Badan –
2 Nafsu makan berkurang –
3 Kesulitan Mengunyah dan Menelan –
4 Mual dan Muntah –
5 Diare / Konstipasi –
6 Alergi dan Intoleran zat gizi –
7 Diet Khusus +
8 Enteral / Parental –
9 Serum Albumin darah –

I. Nutrition Assesment
Antropometri BB : 60 kg
TB : 165 cm

IMT = BB
TB2 
= 60
(1,65)2 
 18,5è= 22,04  < Normal < 25
Status gizi pasien adalah mengalami status gizi normal.

Biokimia Hb : 12 mg/dl ; N : 12 – 14 mg/dl
 normalè
Gula darah sesaat : 100 mg/dl ; N < 145 mg/dl
 normalè
Fisik Klinis Tensi : 150/100 mmHg
 hipertensiè
Pusing, kadang-kadang mual dan kaki bengkak.

Riwayat Makan Sehari makan 3x, suka ngemil makanan asin seperti crackers, kripik singkong asin, dll, kurang suka buah dan sayur.

Riwayat Penyakit –

J. Nutrition Diagnosis
Domain Problem Etiologi Sign
NI-4.2 Kelebihan intake substansi bioaktif Pengetahuan yang rendah terhadap makanan dan zat gizi Dibuktikan dengan meningkatnya tekanan darah pasien : 150/100 mmHg dari keadaan normal.

K. Nutrition Intervention – Planning
j. Jenis Diet : Diet Preeklamsia 3
k. Route : Oral
l. Frekuensi : 3 kali makan utama, 2 kali selingan
m. Bentuk Makanan : Lunak
n. Tujuan Diet :

o. Syarat Prinsip Diet

p. Perhitungan Kebutuhan Energi
Harris Benedict
BMR perempuan = 665,1 + (9,56 x BB) + (1,85 x TB) – (4,68 x U)
= 665,1 + (9,56 x 60) + (1,85 x 165) – (4,68 x 27)
= 665,1 + 573,6 + 305,25 – 126,36
= 1.417,59

Total. Keb. Energi = BMR x Aktivitas x Faktor Stress
= 1.417,59 x 1,3 x 1,2
= 2.211,44 kkal
Penambahan 300 karena hamil trimester 3 = 2.511,44 kkal. 

KEBUTUHAN PROTEIN
Keb. Protein = 15% X 2.511,44 kkal 
= 376,716 kkal
4
= 94, 179
Penambahan 15 gram karena hamil = 109,179 gram

KEBUTUHAN LEMAK
Keb. Lemak = 25% X 2.511,44 kkal
= 627,86 kkal 
9
= 69,76 gram 

KEBUTUHAN KARBOHIDRAT
Keb. KH = Total Keb. Energi – (Keb. Protein + Keb. Lemak)
= 2.511,44 – (436,716 + 627,86)
= 1.446,864 kkal
4
= 361,716 gram

q. Edukasi
• Menjelaskan mengenai Preeklamsia
• Penjelasan mengenai Diet Preeklamsia 3

r. Parameter yang dimonitor
• Asupan makan per-hari.
• Perubahan fisik klinis, seperti tensi, pusing, mual dan kaki bengkak.
• Perubahan data biokimia, yakni Hb dan gula darah sesaat.
• Berat badan pasien.

L. Nutrition Implementation
c. Penyusunan menu sehari
d. Rencana Konsultasi Gizi
a. Masalah Gizi : Preeklamsia
b. Materi
– Penjelasan mengenai Preeklamsia
– Diet Preeklamsia 3
– Contoh menu seimbang
• Tujuan 
Memberi pengetahuan dan penjelasan tentang masalah gizi yang diderita klien supaya klien dapat mengerti pentingnya diet yang dijalani dan pentingnya pola makan yang benar.
• Sasaran : Pasien dan keluarga
• Waktu : 30 menit
• Metode : konsultasi dan tanya jawab
• Media : food model dan leaflet
• Tempat : poligizi 

M. Nutrition MONEV
1. Monitoring
• Asupan makanan per hari.
• Perubahan pola makan.
• Perubahan fisik klinis, yakni tensi, pusing, mual dan kaki bengkak.
• Perubahan data biokimia, yakni Hb dan gula darah sesaat.
• Perubahan berat badan.

2. Evaluasi
• Apakah asupan makanan per hari sudah sesuai dengan kebutuhan?
• Apakah terjadi perubahan fisik klinis, seperti tensi, pusing, mual dan kaki bengkak?
• Apakah terjadi perubahan biokimia, seperti Hb dan gula darah sesaat?
• Apakah terjadi perubahan pola makan?
• Apakah terjadi perubahan berat badan?
N. Rekomendasi
Diperlukan penyuluhan dan pengawasan yang lebih intensif kepada pasien dilihat dari data ketidakpatuhan pasien dalam melakukan dietnya. Pemberian pemahaman terhadap pentingnya diet tersebut dan pentingnya menkonsumsi makanan yang beragam serta seimbang.

PERENCANAAN MENU SEHARI

Waktu Menu Bhn Makanan Brt (gr) URT E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr)
PAGI Nasi tim ayam beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl. 07.00 daging ayam 50 1 ptg sdg 151 9.1 12.5 0
wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
bayam 25 9 0.88 0.13 1.625
minyak wijen 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Tahu kukus tahu 75 1 ptg sdg 51 5.85 3.45 1.2
minyak wijen 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
Selingan Puding pepaya agar-agar 15 3 sdm 0 0 0 0.03
pkl.10.00 pepaya 50 1 ptg sdg 23 0.25 0 6.1

SIANG Nasi beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl.12.30 Pepes ikan mas Ikan mas 75 1 ekor sdg 64.5 12 1.5 0
minyak wijen 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Ca sawi wortel 25 1/2 sdt 18 0.015 2.025 0.1
sawi 25 5.5 0.575 0.075 1
minyak sayur 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Jus apel apel 100 1 bh 43 0.5 0 12.2
gula pasir 10 1 sdm 36.4 0 0 9.4

Selingan Sup buah Semangka 50 1 ptg 42 0.75 0.3 10.35
pkl. 16.00 melon 50 1 ptg 36.4 0 0 9.4
apel 50 1 ptg 42.5 0.45 3.25 3.83

MALAM Nasi tim beras giling 75 3/4 gls 270 5.1 0.53 59.18

pkl. 19.00 Bening bayam Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Bayam 25 9 0.88 0.13 1.625
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
TOTAL SEHARI 1919.75 49.6 54.53 315.17
TOLERANSI 98.56% 104.6% 95.68% 96.075%

GINJAL
Kasus No. 1
Seorang pasien perempuan umur 2 tahun 6 bulan, BB saat ini : 14,1 kg, (sebelum masuk RS : 13 kg). TB / PB : 89 cm, LLA : 18 cm masuk RS dengan diagnosa medis gagal ginjal dengan hipertensi. Datang dengan riwayat : 10 HRSMRS demam, batuk, pilek, BAB agak keras, BAK lancar. 8 HRSMRS mondok di RSU, demam (+), batuk sedikit, ada pucat lalu ditransfusi darah, perut kembung (+) dilakukan USG Abdomen (Renal Parenchym Disease Bilateral), BAK sedikit – sedikit, demam turun 2 hari lalu naik lagi. 5 HRSMRS demam (+), BAK sering tapi sedikit – sedikit, badan mulai tampak agak bengkak, Ureum 87,7 gr/dl, Cretinin : 5,42 gr/dl. Riwayat keluarga penyakit ginjal dari pihak ayah (>3 orang), penyakit hipertensi : ayah, nenek (dari pihak ayah), DM (-). Penderita mempunyai pola makan sbb : makan 2-3 x sehari, makanan pokok : nasi 2-3x/hari, ± ½ centong, lauk hewani : 4-5x/minggu, 1 potong sedang (ungkep, goreng) tidak suka telur atau daging, lauk nabati : tahu/ tempe 5-6x/minggu, 1 ptg sedang, sayur berkuah seperti gulai daun sngkong, sup lodeh 4-5x/minggu, buah : pisang ambon, jeruk 5-6x/minggu,@ 1 buah air minum : air putih >5 gelas/hari, @120cc, snack : potato dan kerupuk hampir tiap hari. Susun pelayanan gizi untuk pasien tersebut.

O. Identitas
Nama : Nn. X
Umur : 2 tahun 6 bulan
Jenis Kelamin : Perempuan
Diagnosa : gagal ginjal dengan hipertensi

P. Skrining Gizi
No Indikator 
1 Perubahan Berat Badan +
2 Nafsu makan berkurang –
3 Kesulitan Mengunyah dan Menelan +
4 Mual dan Muntah –
5 Diare / Konstipasi –
6 Alergi dan Intoleran zat gizi –
7 Diet Khusus +
8 Enteral / Parental –
9 Serum Albumin darah –

Q. Nutrition Assesment22
Antropometri TB / PB : 89 cm
BB : 14,1 kg
LLA : 18 cm
Umur 2 tahun 6 bulan
Menurut TB/ U
umur Tinggi Badan minimal Bayi/ anak (cm)
-3SD -2SD median 2 SD 3 SD
30 80,1 83,6 90,7 97,7 101,3

Menurut TB/U status Gizi Px Baik 

Menurut BB/U
umur Berat Badan minimal Bayi/ anak (kg)
-3SD -2SD median 2 SD 3 SD
30 8,9 10 12,7 16,5 19,0

Menurut BB/ U status gizi pasien normal

Biokimia Ureum 87,7 gr/dl
Cretinin : 5,42 gr/dl.
Fisik Klinis 10 HRSMRS demam, batuk, pilek, BAB agak keras, BAK lancar. 
8 HRSMRS mondok di RSU, demam (+), batuk sedikit, ada pucat lalu ditransfusi darah, perut kembung (+) dilakukan USG Abdomen (Renal Parenchym Disease Bilateral), BAK sedikit – sedikit, demam turun 2 hari lalu naik lagi. 
5 HRSMRS demam (+), BAK sering tapi sedikit – sedikit
badan mulai tampak agak bengkak
Riwayat Makan makan 2-3 x sehari, 
makanan pokok : nasi 2-3x/hari, ± ½ centong, 
lauk hewani : 4-5x/minggu, 1 potong sedang (ungkep, goreng) tidak suka telur atau daging, 
lauk nabati : tahu/ tempe 5-6x/minggu, 1 ptg sedang, sayur berkuah seperti gulai daun sngkong, sup lodeh 4-5x/minggu, 
buah : pisang ambon, jeruk 5-6x/minggu,
@ 1 buah air minum : air putih >5 gelas/hari, @120cc, snack : potato dan kerupuk
Riwayat Penyakit Riwayat keluarga penyakit ginjal dari pihak ayah (>3 orang), 
penyakit hipertensi : ayah, nenek (dari pihak ayah), DM (-).

R. Nutrition Diagnosis
Domain Problem Etiologi Sign/symptoms
NI-3.2 Intake Cairan berlebih Adanya faktor fisiologis, yaitu penurunan kebutuhan cairan akibat adanya gangguan fungsi ginjal Edema
Gagal ginjal dengan hipertensi
NI-5.4 Penurunan Kebutuhan zat gizi (Protein) Disfungsi ginjal (gagal ginjal dengan hipertensi) Edema
Ureum :87,7 gr/dl
Creatinin : 5,42 gr/dl
NC-2.2 Perubahan Nilai zat gizi Lab terkait Gangguan fungsi ginjal , gagal ginjal dengan hipertensi Edema
Ureum :87,7 gr/dl
Creatinin : 5,42 gr/dl

S. Nutrition Intervention
3. Planning
s. Jenis Diet : Tinggi Protein Rendah Garam
t. Route : Oral
u. Frekuensi : 3x makanan utama, 2 kali makanan selingan
v. Bentuk Makanan : makanan lunak
w. Tujuan Diit
• Mempertahankan status gizi Meringankan kerja ginjal
• Memperbaiki Keadaan Umum
• Memberi contoh menu yang sehat dan seimbang
• Mengganti protein yang keluar bersama urin
• Menurunkan produksi sampah yang harus diekskresi
• Menghindari ketidak seimbangan cairan dan elektrolit
x. Syarat Prinsip Diit
• Energi sesuai dengan kebutuhan sehari
• Lemak cukuup
• Protein tinggi 3-4 gr/kg berat badan
• Konsumsi sayuran hijau ditambah untuk meningkatkan kadar Hb
• Natrium dibatasi 
y. Perhitungan Kebutuhan Energi
Nelson
KKB = 50% x 100 kkal/kg BB
= 50% x 100 kkal x 14,1 kg = 705 kkal
Pertumbuhan = 10 % x 705 kkal = 70,5 kkal+
= 775,5 kkal
Aktivitas = 12 % x 775,5 kkal = 93,06 kkal+
= 868,56 kkal
Feces = 10 % x 868,56 kkal = 70,5 kkal
= 955,41 kkal
SDA = 10 % x 955,41 kkal = 95,54 kkal 
=1050,95 kkal
Kenaikan BMR 12% = 12% x 705 kkal = 84,6 kkal
= 1135,55 kkal

Total Kalori sehari yang dibutuhkan Klien adalah 1135,58 kkal
Kalori yang dibutuhkan : 1135, 58 kkal
Lemak : 25 % x 1135,58 kkal = 283,9 kkal = 31,54 g
Protein : 4g/Kg BB = 4g x 14,1 kg = 56,4 g = 225,6 kkal
KH :Energi-(L+P) 
= 1135,58 kkal – (283,9 kkal + 225,6 kkal)
= 626,06 kkal = 156,51 g

z. Edukasi
Menjelaskan Mengenai Gagal Ginjal
Penjelasan mengenai Diit Gagal Ginjal dan Hipertensi

aa. Parameter yang dimonitor
Asupan makan per-hari
Perubahan fisik klinis, seperti KU membaik
Status Gizi Stabil
Perubahan data biokimia (Ureum dan Creatinin)

4. Implementasi
e. Penyusunan menu sehari
f. Rencana Konsultasi Gizi
Masalah Gizi : Penyakit Gagal Ginjal
Materi
o Penjelasan mengenai Gagal Ginjal
o Diit khusus untuk Gagal Ginjal 
o Contoh menu seimbang

Tujuan
Memberi pengetahuan dan penjelasan tentang masalah gizi yang diderita klien. Agar keluarga pasien dapat mengerti pentingnya diet yang dijalani. Dan pentingnya pola makan yang benar.
Sasaran : orang tua pasien
Waktu : 30 menit
Metode : Konsultasi dan tanya jawab
Media : food Model dan leaflet
Tempat : kamar perawatan dan poligizi

T. Monitoring dan Evaluasi
5. Asupan makan/ hari
6. Perubahan fisik klinis edema
7. Perubahan BB, meningkat menuju normal
8. Perubahan pola makan

waktu menu bahan berat urt kalori protein lemak kh
07.00 Bubur ayam beras 25 1/4 gls 90 2,7 0,175 17,735
ayam 25 1/2 gls 74,5 4,55 6,25 
pepaya pepaya 50 1 ptg 34,5 0,375 9,15
10.00 bubur kacang hijau kacang hijau 50 1/2 gls 176,5 10 0,6 30.6
gula jawa 10 1 sdm 36,4 9,4
13.00 nasi beras 50 1/2 gls 180 3,825 0,39 44,38
Pepes ikan Ikan mas 50 1 ptng 43 8 1 0
Tahu bacem tahu 25 1 ptg 17 1,95 1,15 0,4
kecap 5 1/2 sdm 2,3 0,28 0,65 0,45
tumis kc.pjang Kc.pjang 25 1/4 gls 11 0,675 0,075 1,95
wortel 25 1/4 gls 10,5 0,3 0,0075 3,325
16.00 susu kedelai 100 1 gls 41 3,5 2,5 5
19.00 nasi beras 50 1/2 gls 180 3,825 0,39 44,38
Ayam goreng Ayam
minyak 25
1ptg
1sdt 75,5
22,5 4,45
0 6,25
2,5 0
0
perkedel tempe tempe 50 2 bh 74,5 9,15 2 6,359
telur 25 1/2 btr 40,5 3,4 1,58 0,175
sayur bayam bayam 50 1/2 gls 18 1,75 0,1 2,65
pisang pisang 75 1 bh 90 0,9 0,15 23,85
JUMLAH 1293,8 59,89 29,7925 172,554
1271,9 57,83 30,41 168,51
98,3% 96,56% 102,08% 97,75%

KASUS 3 PENYAKIT JANTUNG KORONER

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Mr.X
Usia : 53 th
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Diagnosa : Decomensatio Cordis Khronis

B. SKRINING GIZI
No Indikator Keterangan
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang +
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleransi zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enteral / parenteral –
9. Serum albumin darah –

Q. NUTRITION ASSESSMENT
Antropometri TB = 164 cm
BB = 47 kg
IMT = BB
TB2 
= 47 
(1,64)2 
= . 47 . 
2,6896 
= 17,47 

Status Gizi Kurang (normal = 18,5 – 22,9)
Hasil 
 SGOT = 55 unit, tinggi (Normal = 5 – 40)¯Laboratorium
Hiperoxaloacetik
 HB = 8,8 g%, rendah (Normal = 13 – 16 g/dl)¯
Anemia Gizi Besi

 Panas, batuk pada saat tiduran, sesak nafas, perut dan kaki membengkak¯Fisik Klinis
 Kebiasan makan :¯Riwayat Makan
– Nafsu makan menurun sejak 2 tahun yang lalu
 Recall 24 jam :¯
o Kalori 40,9%
o Protein 64,6%
o Lemak 27%
o KH 45% bila dibandingkan dengan RDA
 Aktivitas fisik : -¯
Riwayat Penyakit Dahulu Empat tahun yang lalu pasien pernah diopname dengan keluhan sesak nafas, dada berdebar-debar dan nyeri adad sebelah kanan
Radiologi Cardiomegali 
Threatment Infus glukosa 5% sebanyak 250 CC sehari

R. NUTRITION DIAGNOSIS
Domain Problem Etiologi Sign / symptoms
NC-3.1 Status gizi kurang Intake energi kurang IMT = 17,47
NI-1.4 Intake energi tidak mencukupi Kekurangan masukan makanan dan zat gizi Hasil recall 24 jam : 
– Kalori hanya 40,9%,
– Protein 64,6%
– Lemak 27%
– KH 45% 
bila dibandingkan dengan RDA
NI-55.1 Intake mineral tidak adekuat Kurangnya akses terhadap makanan yang Fe HB = 8,8 g%
 Panas¯NI-1.1 Peningkatan kebutuhan energi Infection  
 Suhu 380C¯
 Perut dan kaki membengkak¯NI-3.2 Intake cairan yang berlebih Adanya faktpr fisiologis, yaitu adanya penurunan kebutuhan cairan akibat adanya gangguan fungsi jantung
 Nafsu makan menurun¯

E. NUTRITION INTERVENTION 
PLANNING
 Jenis Diet : Diet Jantung IIþ
 Route : Oralþ
 Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali selinganþ
 Bentuk Makanan : Lunakþ

 Tujuan Diet :þ
23) Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung
24) Menaikkan BB ke arah BB normal
25) Menghilangkan penimbunan garam dan air
26) Menormalkan kadar SGOT dan kadar HB
27) Menormalkan suhu badan
 Syarat Prinsip Diet :þ
1) Energi cukup, diberikan 2562,5 Kkal untuk menaikkan BB
2) Protein cukup, diberikan 0,8 g/kg BB 
3) Lemak sedang, diberikan 25% dari kebutuhan energy total
4) Lemak Jenuh 10 % dari kebutuhan energy total
5) Lemak tak jenuh ganda dan tunnggal 15 % dari kebutuhan energy total
6) Karbohidrat sedang, diberikan sisa dari total protein dan total lemak
7) Kolesterol < 200 mg 
8) Vitamin dan mineral cukup
9) Garam rendah, 3 g/hari
10) Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas
11) Serat cukup, untuk menghindari konstipasi
12) Cairan cukup
13) Makanan diberikan dalam porsi kecil dan tidak merangsang 

F. Nutrition Intervention
a. Perhitungan Energi
Menurut Haris Benedict
BEE = 66.5 + (13.7 x 57.6) + (5 x 164) – (6.8 x 53)
= 66.5 + 789.12 + 820 – 360.4
= 1315.22
TEE = 1315.22 x FA x FS
= 1315.22 x 1.3 x 1.2
= 2051.74 kkal

Protein = 0.8gr/kg = 0.8 x 57.6 = 46.08 gram x 4 = 184.32 kkal
Lemak = 25% x 2051.74 kkal = 512.935 kkal : 9 = 56.99 gram
Karbohidrat = 2051.74 – (184.32 + 512.935) 
= 1354.485 kkal : 4 = 338.621 gr

Energi Pagi = 30% x 2051.74 kkal = 615.522 kkal
Energi Siang = 35% x 2051.74 kkal = 718.109 kkal
Energi Malam = 35% x 2051.74 kkal = 718.109 kkal 

PERENCANAAN MENU SEHARI
Waktu Menu Bhn Makanan Brt (gr) URT E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr)
PAGI Nasi tim ayam beras giling 75 3/4 gls 270 5.1 0.53 59.18
pkl. 07.00 daging ayam 50 1 ptg sdg 151 9.1 12.5 0
Bening bayam Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Bayam 25 9 0.88 0.13 1.625
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Tahu kukus Tahu 75 1 ptg sdg 51 5.85 3.45 1.2
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
Selingan Puding buah agar-agar 15 3 sdm 0 0 0 0.03
pkl.10.00 Pepaya 50 1 ptg sdg 23 0.25 0 6.1

SIANG Nasi tim beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl.12.30 Pepes ikan mas Ikan mas 75 1 ekor sdg 64.5 12 1.5 0
minyak wijen 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Tumis orak-arik tahu Tahu 50 1 ptg sdg 34 3.9 2.3 0.8
Buncis 25 8.75 0.6 0.05 1.325
Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Gula pasir 5 1/2 sdm 18.2 0 0 4.7
Jus apel Apel 100 1 bh 43 0.5 0 12.2
gula pasir 10 1 sdm 36.4 0 0 9.4

Selingan Sup buah Semangka 50 1 ptg 42 0.75 0.3 10.35
pkl. 16.00 Melon 50 1 ptg 36.4 0 0 9.4
Apel 50 1 ptg 42.5 0.45 3.25 3.83

MALAM Nasi tim beras giling 75 3/4 gls 270 5.1 0.53 59.18
pkl. 19.00 Tumis orak-arik tempe putih telur 50 25 5.4 0 0.4
Tempe 25 1 ptg kcl 17 1.95 1.15 0.4
Margarin 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Ca sawi Wortel 25 1/2 sdt 18 0.015 2.025 0.1
Sawi 25 5.5 0.575 0.075 1
minyak sayur 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Buah Jeruk 75 1 bh sdg 33,75 0.675 0.15 8,4
TOTAL SEHARI 1919.75 49.6 54.53 315.17
PERSENTASE 98.56% 104.6% 95.68% 96.75%

 Edukasi :þ
– Penjelasan mengenai Decomensatio Cordis Khronis
– Penjelasan mengenai diit jantung
– Perubahan pola makan
 Parameter yang dimonitor :þ
i. Asupan makan per hari
ii. Perubahan BB
iii. Perubahan hasil laboratorium
iv. Perubahan fisik klinis

G. IMPLEMENTASI
1) Penyusunan Menu Sehari
2) Rencana Konsultasi Gizi
a. Masalah Gizi : Decomensatio Cordis Khronis
b. Materi : 
o Pengertian Decomensatio Cordis Khronis
o Diit Jantung II
o Contoh menu yang seimbang 
c. Tujuan :
Tujuan umum :
Setelah dilakukan penyuluhan, klien dan keluarga mengenali, mengerti dan mampu membuat keputusan yaang benar dalam mengatasi masalah Decomensatio Cordis Khronis
Tujuan khusus :
o Memberikan dukungan dan nasehat yang positif serta menghindari terjadinya kecemasan
o Memberikan motivasi kepada pasien
o Memberikan penjelasan tentang pola makan sehat dan seimbang
d. Sasaran : Pasien dan keluarga
e. Waktu : 25 menit
f. Metode : Konsultasi dan tanya jawab
g. Media : Leaflet tentang Decomensatio Cordis Khronis, food model
h. Tempat : Poli Gizi RS

H. MONITORING DAN EVALUASI
a. Monitoring
i. Asupan makan per hari
ii. Perubahan BB
iii. Perubahan hasil laboratorium
iv. Perubahan fisik klinis
b. Evaluasi 
v. Adakah perubahan asupan makan per hari ?
vi. Adakah perubahan BB ?
vii. Adakah perubahan hasil laboratorium ?
viii. Adakah perubahan fisik klinis ?

I. REKOMENDASI
Perlu ditekankan mengenai perilaku konsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta teratur, mengubah kebiasaan makan yang salah, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung lemak serta menaikkan BB ke arah BB normal. 

Seorang laki-laki bernama Tn.Ishak, umur 38 tahun. Dia masuk kerumh sakit dengan keluhan sesak nafas terutama pada dini hari sejak 4 hari yang lalu,cepat lelah nyeri dada pada ulu hati. Nyeri timbul bila melakukan aktifitas berat atau pada saat tidur dan kurang nafsu makan sejak 2 tahun terakhir. Diagnosa : PJIMTB 163 cm,BB 57 kg. Tn.Ishak bekerja sebagai supervisor alat-alat berat dan istrinya sekertaris dikontor tersebut. Karena kesibukannya Tn.Ishak tidak pernah sempat berolah raga. Pasangan tersebut mempunyai 3 orang anak. Dari anamnesa diketahui bahwa Tn.Ishak makan rutin 3x sehari. Dia selalu makan siang dikantin kantor atau tempat lain, pagi biasanya minum kopi susu sarapan pagi sering diluar rumah, sedang makan malam biasanya dirumah dan harus merokok setelah makan. Dari hasil recall 24 jam diketahui : asupan energi 105%,protein : 91,7%,lemak: 123%,kh:100% bila dibandingkan dengan estimasi kebutuhan sehari. Dari hasil pemeriksaan klinis diketui tensi 110/70 mmHg, dan EKG abnormal. Pemeriksaan lab diketahui : kolesterol 260 mg/dl, trigliserida 255 mg/dl dan LDL 169 mg/dl dan HDL 50 mg/dl, HB 8 g/100ml.Pemeriksaan klinis, Susun rencana pelayanan gizinya !

I. Identitas
Nama : Tn. Ishak
Usia : 38 tahun
Sex : Laki – Laki
Diagnosa : Penyakit Jantung Iscemic (PJI)
II. Skrinning Gizi
No. Indikator Ket.
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang +
3. Kesulitan mengunyah/ menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare/ konstipasi –
6. Alergi/ intoleran zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enternal/ parentral –
9. Serum albumin darah –

III. Assesment
Antropometri BB= 57 kg; TB = 163 cm
BBI = 90% x (163-100) = 90% x 63= 56.7 kg
 NormalàIMT= BB/(TB)2 = 57/(1.63)2 = 57/2.6569 = 21.5  
 Tinggi(N=àHasil Laboratorium Kolesterol 260 mg/dl  < Tinggi (N=à Tinggi (N=40-155 mg/dl), LDL 169 mg/dl à200 mg/dl), Trigliserida 255 mg/dl  < Rendah (N= 13-16 gr/dl)à Normal (N=35-55 mg%), HB 9 g/100ml à130 mg/dl), HDL 50 mg/dl
 Rendah (N=120/80mmHg)àFisik Klinis Tensi 110/70 mmHg
EKG abnormal
Riwayat Makan 1. Anamnesa
Makan 3x sehari, dia selalu makan siang di kantin kantor atau tempat lain, pagi biasanya minum kopi susu, sarapan pagi sering diluar rumah, sedang makan malam biasanya di rumah dan harus merokok setelah makan.
Karena kesibukannya Tn Ishak tidak pernah sempat untuk olahraga.
2. Recall
Asupan energy 105 %, protein : 91.7%, lemak 123 %, KH 100% bila dibandingkan dengan estimasi kebutuhan sehari 
Riwayat Penyakit – 
Sosial Ekonomi Tn. Ishak bekerja sebagai supervisor alat-alat berat dan istrinya sebagai sekretaris di kantor tersebut. Pasangan tersebut mempunyai 3 orang anak.

IV. Diagnosa Gizi
Domain Problem Etiologi Sign
 Tinggi(N=àNI-51.3 Intake lemak dalam makanan tidak tepat. Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi. Kolesterol 260 mg/dl  < Tinggi (N=à Tinggi (N=40-155 mg/dl), LDL 169 mg/dl à200 mg/dl), Trigliserida 255 mg/dl  < Normal (N=35-55 mg%).à130 mg/dl), HDL 50 mg/dl
NI-5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi (spesifik). Gagal jantung. Diagnosis medis: penyakit jantung iskhemik (PJI).
NI-55.2 Kelebihan intake mineral. Makanan dan nutrisi yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan. Nafsu makan berkurang.
NB-2.1 Physical Inactivity. Waktu yang terbatas (sibuk bekerja) Tidak pernah berolah raga.

V. Nutrition Intervention – Planning
a. Terapi Diet : Diet Jantung IV
b. Bentuk Makanan : Biasa
c. Route : Oral
d. Tujuan Diet :
 Mempertahankan berat badan idealØ
 Mencegah penimbunan garam atau airØ
 Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantungØ
 Untuk mencapai pola makan yang sehat dengan perubahan perilaku makan secara berangsur menuju perubahan permanenØ
e. Syarat Diet
 Memberikan energi sesuai kebutuhan, yaitu 2114.376 kkalØ
 Memberikan protein sesuai kebutuhan, yaitu 79.29 gramØ
 Memberikan lemak sesuai kebutuhan, yaitu 58.73 gramØ
 Memberiksn karbohidrat sesuai kebutuhan, yaitu 317.16 gramØ
 Memberikan vitamin dan mineral yang cukupØ
 Makanan mudah cerna dan tidak menimbulkan gasØ
 Memberikan serat cukup untuk menghindari konstipasiØ

VI. Nutrition Intervention
a. Perhitungan Energi
Menurut Filipinos
BMR = 57 kg x 24 jam x 1 kkal = 1368 kkal
Koreksi Usia = 3% x 1368 kkal = 41.04 kkal –
1327.04 kkal
Koreksi Tidur = 57 kg x 8 jam x 0.1 kkal = 45.6 kkal –
1281.44 kkal
Aktivitas = 50 % x 1281.44 kkal = 640.72 kkal +
1922.16 kkal
SDA = 10% x 1922.16 kkal = 192.216 kkal + 
Total Energi 2114.376 kkal

Karbohidrat = 60% x 2114.376 kkal = 1268.63 kkal : 4 = 317.16 gram
Lemak = 25% x 2114.376 kkal = 528.60 kkal : 9 = 58.73 gram
Protein = 15% x 2114.376 kkal = 317.16 kkal : 4 = 79.29 gram

Energi Pagi = 30% x 2114.376 kkal = 634.31 kkal
Energi Siang = 35% x 2114.376 kkal = 741.03 kkal
Energi Malam = 35% x 2114.376 kkal = 741.03 kkal 
b. Edukasi
 Menjelaskan mengenai Penyakit Jantung Iskemik.Ø
 Menjelaskan diet yang tepat (makanan yang dianjurkanØ & yang tidak dianjurkan).
 Menganjurkan memperbanyak makanan serat (buah, sayuran dan karbohidrat kompleØks).
 Menganjurkan merubah penggunaan lemak jenuh menjadi tidak jenuh.Ø 
 Menjelaskan mengenai konsumsi makanan yang seimbangØ & pola makan yang benar.
 Menjelaskan tentang pola hidup yang sehat.Ø
c. Parameter yang dimonitor
 Keadaan umum setelah diet (hasil laboratorium dan fisik/ klinis).Ø
 Asupan makan per hari terutama asupan lemak dan energi.Ø
 Perubahan kadar fraksi lipid.Ø

VII. Implementasi
a. Penyusunan menu sehari.
b. Konsultasi.

VIII. Monitoring dan Evaluasi
a. Keadaan umum setelah diet (hasil laboratorium dan fisik/ klinis).
b. Asupan makan per hari terutama asupan lemak dan energi.
c. Perubahan kadar fraksi lipid.

IX. Rekomendasi 
a. Perlu ditekankan mengenai perilaku pasien dalam mengontrol pola makan agar kolesterol dalam darah turun.
b. Perlu ditekankan mengenai perilaku pasien dalam menjalankan diet agar tercapai tujuan diet.
c. Perlu ditekankan mengenai pola makan secara tepat sehingga menjadi kebiasaan makan sehari-hari untuk menurunkan fraksi lipid agar terhindar dari penyakit-penyakit yang membahayakan kesehatan.

PERENCANAAN MENU SEHARI
Waktu Menu Bhn Makanan Brt (gr) URT E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr)
PAGI Nasi kukus Beras 75 3/4 gls 270 5,1 0,53 59,18
Telur ceplok air Telur ayam 50 1 btr 81 6,4 5,75 0,35
Tempe bakar Tempe 25 1 pot sdg 37,25 4,575 1 3,175
Margarin 2,5 1/2 sdt 18 0,015 2,025 0,01
Setup Buncis 50 17,5 1,2 0,1 3,85
Wortel 25 5 0,3 0,075 2,325
Buah Pisang mas 50 1 bh sdg 63,5 0,7 0,1 16,8
Minum Susu skim cair 200 1 gls 72 7 0,2 10,2
564,25 25,29 9,78 95,89
Pukul 10.00 Jus Buah Melon 75 1 bh sdg 21 0,375 0,15 5,175
Semangka 75 1 bh sdg 21 0,375 0,15 5,175
TOTAL PAGI 606,25 26,04 10,08 106,24
SIANG Nasi kukus Beras 100 1 gls 360 6,8 0,7 78,9
Ayam bumbu kuning Daging ayam 75 1 pot bsr 225,5 13,65 18,75 0
Sup tahu Tahu 25 1 pot sdg 17 1,8 1,15 0,4
warna-warni Tauge 15 3,45 4,35 0,03 0,615
Gambas (oyong) 25 4,5 0,2 0,05 1,025
Jagung pipil 15 46,06 1,185 0,51 9,54
Buah Pepaya 100 1 pot bsr 43 0,5 0 12,2
699,51 28,49 21,19 102,68
Pukul 16.00 Bubur kacang ijo Kacang ijo 25 2 sdm 86,25 5,56 0,3 15,37
Gula kelapa 20 77,2 0,6 2 15,2
TOTAL SIANG 862,96 34,05 21,49 133,25
MALAM Nasi kukus Beras 75 3/4 gls 270 5,1 0,53 59,18
Ayam bakar Daging ayam 50 1 pot sdg 151 9,1 12,5 0
Kecap 5 1/2 sdm 21,75 2,225 0,225 4,05
Margarin 2,5 1/2 sdt 18 0,015 2,025 0,1
Tahu bakar Tahu 25 1 pot sdg 17 1,8 1,15 0,4
Margarin 2,5 1/2 sdt 18 0,015 2,025 0,1
Tumis kangkung Kangkung 50 14,5 1,5 0,15 2,7
Minyak wijen 2,5 1 sdt 22,55 0 2,5 0
Buah Jeruk 50 1 bh sdg 22 0,4 0,1 5,5
Minum Susu skim cair 200 1 gls 72 7 0,2 10,2
TOTAL MALAM 626,8 27,16 21,41 82,23
TOTAL SEHARI 2096,01 87,24 52,98 321,72
TOLERANSI 99,13% 110% 90,2% 101,44%

KASUS 3 PENYAKIT JANTUNG KORONER

B. IDENTITAS PASIEN
Nama : ’X’
Usia : 53 th
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Diagnosa : Decomensatio Cordis Khronis

B. SKRINING GIZI
No Indikator Keterangan
1. Perubahan berat badan –
2. Nafsu makan berkurang +
3. Kesulitan mengunyah / menelan –
4. Mual muntah –
5. Diare / konstipasi –
6. Alergi / intoleransi zat gizi –
7. Diet khusus +
8. Enteral / parenteral –
9. Serum albumin darah –

S. NUTRITION ASSESSMENT
Antropometri TB = 164 cm
BB = 47 kg
IMT = BB
TB2 
= 47 
(1,64)2 
= . 47 . 
2,6896 
= 17,47 

Status Gizi Kurang (normal = 18,5 – 22,9)
Hasil 
 SGOT = 55 unit, tinggi (Normal = 5 – 40)¯Laboratorium
Hiperoxaloacetik
 HB = 8,8 g%, rendah (Normal = 13 – 16 g/dl)¯
Anemia Gizi Besi

 Panas, batuk pada saat tiduran, sesak nafas, perut dan kaki membengkak¯Fisik Klinis
 Kebiasan makan :¯Riwayat Makan
– Nafsu makan menurun sejak 2 tahun yang lalu
 Recall 24 jam :¯
o Kalori 40,9%
o Protein 64,6%
o Lemak 27%
o KH 45% bila dibandingkan dengan RDA
 Aktivitas fisik : -¯
Riwayat Penyakit Dahulu Empat tahun yang lalu pasien pernah diopname dengan keluhan sesak nafas, dada berdebar-debar dan nyeri adad sebelah kanan
Radiologi Cardiomegali 
Threatment Infus glukosa 5% sebanyak 250 CC sehari

T. NUTRITION DIAGNOSIS
Domain Problem Etiologi Sign / symptoms
NC-3.1 Status gizi kurang Intake energi kurang IMT = 17,47
NI-1.4 Intake energi tidak mencukupi Kekurangan masukan makanan dan zat gizi Hasil recall 24 jam : 
– Kalori hanya 40,9%,
– Protein 64,6%
– Lemak 27%
– KH 45% 
bila dibandingkan dengan RDA
NI-55.1 Intake mineral tidak adekuat Kurangnya akses terhadap makanan yang Fe HB = 8,8 g%
 Panas¯NI-1.1 Peningkatan kebutuhan energi Infection  
 Suhu 380C¯
 Perut dan kaki membengkak¯NI-3.2 Intake cairan yang berlebih Adanya faktpr fisiologis, yaitu adanya penurunan kebutuhan cairan akibat adanya gangguan fungsi jantung
 Nafsu makan menurun¯

E. NUTRITION INTERVENTION 
PLANNING
 Jenis Diet : – Diet Jantung IIþ
– DRG III
 Route : Oralþ
 Frekuensi : 3 kali makanan utama, 2 kali selinganþ
 Bentuk Makanan : Lunakþ

 Tujuan Diet :þ
28) Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung
29) Menaikkan BB ke arah BB normal
30) Menghilangkan penimbunan garam dan air
31) Menormalkan kadar SGOT dan kadar HB
32) Menormalkan suhu badan
 Syarat Prinsip Diet :þ
1) Energi cukup, diberikan 2562,5 Kkal untuk menaikkan BB
2) Protein cukup, diberikan 0,8 g/kg BB 
3) Lemak sedang, diberikan 25% dari kebutuhan energy total
4) Lemak Jenuh 10 % dari kebutuhan energy total
5) Lemak tak jenuh ganda dan tunnggal 15 % dari kebutuhan energy total
6) Karbohidrat sedang, diberikan sisa dari total protein dan total lemak
7) Kolesterol < 200 mg 
8) Vitamin dan mineral cukup
9) Garam rendah, 3 g/hari
10) Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas
11) Serat cukup, untuk menghindari konstipasi
12) Cairan cukup
13) Makanan diberikan dalam porsi kecil dan tidak merangsang 

PERENCANAAN MENU SEHARI
Waktu Menu Bhn Makanan Brt (gr) URT E (kkal) P (gr) L (gr) KH (gr)
PAGI Nasi tim ayam beras giling 75 3/4 gls 270 5.1 0.53 59.18
pkl. 07.00 daging ayam 50 1 ptg sdg 151 9.1 12.5 0
wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
bayam 25 9 0.88 0.13 1.625
minyak wijen 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Tahu kukus tahu 75 1 ptg sdg 51 5.85 3.45 1.2
minyak wijen 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Buah pisang mas 100 2 bh 127 1.4 0.2 33.6
Selingan Puding pepaya agar-agar 15 3 sdm 0 0 0 0.03
pkl.10.00 pepaya 50 1 ptg sdg 23 0.25 0 6.1

SIANG Nasi tim beras giling 100 3/4 gls 360 6.8 0.7 78.9
pkl.12.30 Pepes ikan mas Ikan mas 75 1 ekor sdg 64.5 12 1.5 0
minyak wijen 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Tumis orak-arik tahu 50 1 ptg sdg 34 3.9 2.3 0.8
Buncis 25 8.75 0.6 0.05 1.325
Wortel 25 10.5 0.3 0.008 2.325
Gula pasir 5 1/2 sdm 18.2 0 0 4.7
Jus apel apel 100 1 bh 43 0.5 0 12.2
gula pasir 10 1 sdm 36.4 0 0 9.4

Selingan Sup buah Semangka 50 1 ptg 42 0.75 0.3 10.35
pkl. 16.00 melon 50 1 ptg 36.4 0 0 9.4
apel 50 1 ptg 42.5 0.45 3.25 3.83

MALAM Nasi tim beras giling 75 3/4 gls 270 5.1 0.53 59.18
pkl. 19.00 orak arik putih telur 50 25 5.4 0 0.4
Tempe 25 1 ptg kcl 17 1.95 1.15 0.4
minyak wijen 5 1/2 sdm 45.1 0 5 0
Ca sawi wortel 25 1/2 sdt 18 0.015 2.025 0.1
sawi 25 5.5 0.575 0.075 1
minyak sayur 5 1 sdt 45.1 0 5 0
Buah jeruk 75 1 bh sdg 33,75 0.675 0.15 8,4
TOTAL SEHARI 1919.75 49.6 54.53 315.17
TOLERANSI 98.56% 104.6% 95.68% 96.075%

~ oleh edhane pada Januari 28, 2012.

Satu Tanggapan to “TUGAS DIETETIKA LANJUT”

  1. pada kasus 1. untuk penyakit ginjal, bisa diperhatikan asupan cairan. karena untuk penyakit ginjal air perlu dibatasi agar tidak memperberat kerja ginjal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: